Fakultas Kesehatan Masyarakat UNDIP
RSS icon Email icon Home icon
  • How to Obtain Ethical Clearance for Human and Community Research?

    Posted on April 29th, 2009 Hanifa Maher Denny 1 comment

    Oleh: Hanifa M. Denny

    Tanggal 28 April 2009, Selasa, bertempat di Hotel Grasia depan Pom Bensin Gajah Mungkur Semarang, dosen FKM UNDIP dengan semangat mengikuti penjelasan dari presentasi Prof. dr. Dr. Cahyono dan Prof. dr. Fatimah Moeis. MSc, tentang segala yang terkait dengan ethical clearance bagi peneliti yang akan mengirimkan artikel di Jurnal Ilmiah. Ruang lingkup penjelasan meliputi: Apa dan Mengapa penelitian bidang kesehatan yang meneliti subyek manusia dan hewan perlu mendapatkan ethical clearance sehingga ethical consent di lapangan juga harus menjadi suatu tanggungjawab moral peneliti.

    Lebih lanjut Prof. Fatimah menjelaskan bahwa ethic terkait budaya setempat, bisa saja bila kita akan mewawancara atau melibatkan seseorang sebagai subyek penelitian, kita memerlukan persetujuan keluarga, suami, dan suku setempat. Itulah perlunya kita sebagai peneliti bersikap ethis, tidak memeintingkan kemanfaatan dari sisi kita tapi manfaat responden juga menjadi tujuan utama. “Saat ini, bila kita ingin meneliti khasiat obat atau vitamin, tidak boleh memberikan kelompok kontrol dengan placebo tanpa khasiat sama sekali,” paparnya. Kelompok harus kontrol diberikan vitamin atau obat yang telah ada. Sedangkan kelompok kasus diberikan obat atau vitamin yang akan diuji. Itupun setelah melewati test test beberapa tahap di hewan. Jadi Ethical Clearance adalah bentuk tanggungjawab moral peneliti. Dua nara sumber tersebut juga memberikan langkah-langkah bagi FKM untuk membentuk lembaga Ethical Clearance bagi penelitian kesehatan masyarakat.

     

    One response to “How to Obtain Ethical Clearance for Human and Community Research?”