Imam Yulianto,ST

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS DIPONEGORO
RSS icon Email icon Home icon
  • STUDENT CENTERED LEARNING

    Posted on October 8th, 2010 imam yulianto 1 comment

    Student centered learning (SCL) adalah metode pembelajaran yang memungkinkan mahasiswa menentukan pengetahuan yang mereka butuhkan dengan cara menyediakan pengalaman dan panduan yang diperlukan, diharapkan mahasiswa secara bertahap bertanggung jawab atas pembelajaran yang dilakukannya sendiri.Tujuan SCL:Mahasiswa dapat memperoleh informasi dan kemampuan secara aktif, tergantung dari kemampuannya untuk mengidentifikasi kebutuhan pendidikannya, bagaimana cara terbaiknya untuk belajar, kecepatan belajarnya, dan kemampuannya untuk mengevaluasi pembelajaran yang dilakukannya. Dosen hanya berperan sebagai fasilitator sesuai kebutuhan hingga mahasiswa mampu mencapai kemandirian sepenuhnya dalam proses pembelajaran.Problem based learning (PBL) adalah pendekatan pembelajaran menggunakan permasalahan-permasalah dalam suatu disiplin ilmu sebagai stimulus untuk melakukan pembelajaran dalam bidang ilmu tersebut. Dengan pendekatan ini mahasiswa berlatih, dan pada akhirnya mampu mengembangkan kemampuan problem-solvingnya.Tujuan PBL:

    1. Memperoleh pengetahuan-pengathuan yang berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi secara terintegrasi
    2. Mengembangkan dan mengaplikasikan kemampuan problem-solving.

    Mahasiswa dalam belajar melalui PBL (Problem Based Learning) harus aktif, belajar secara mandiri, mencari sumber-sumber literatur atau informasi sendiri. Fasilitator hanya berperan sebagai pengarah.  Motivasi dan keaktifan sangat menentukan hasil studi. Untuk memacu dan mengarahkan materi belajar, disediakan masalah-masalah.Bahan pegangan ini berisi tentang PBL dengan lebih menekankan pada proses belajar pada “seven jumps“, cara membimbing mahasiswa melalui group dengan diskusi-diskusi yang dijalankan, dan penilaian fasilitator terhadap mahasiswa. Disamping itu diharapkan agar fasilitator memberikan umpan balik kepada fakultas dengan kesan dan pengalaman dalam proses pembelajaran melalui PBL. KOMPETENSI

    1. Mahasiswa mampu menyusun daftar masalah berdasarkan fakta dan fenomena yang ada dalam kasus.
    2. Mahasiswa mampu menganalisis masalah dengan cara mengungkapkan hipotesis-hipotesis yang mungkin ada dari kasus yang dihadapi untuk selanjutnya diformulasikan.
    3. Mahasiswa mampu menyusun secara sistematis daftar semua masalah secara runtut menjadi suatu kerangka konsep.
    4. Mahasiswa mampu menyusun kompetensi pembelajaran dari suatu kasus yang dihadapi berdasarkan kerangka konsep yang telah disusun.
    5. Mahasiswa mampu mencari dan menelaah referensi yang up to date berdasar kompetensi pembelajaran yang telah disusun untuk mendukung kebutuhan diskusi pembelajaran baik melalui buku-buku di perpustakaan, internet, sumber-sumber audiovisual maupun sumber lain yang ada di fakultas.
    6. Mahasiswa mampu mensintesis hasil pembelajaran.
    7. Mahasiswa mampu mengorganisasikan diskusi pembelajaran.
    8. Mahasiswa mampu berperan serta aktif dalam proses diskusi pembelajaran.
    9. Mahasiswa mampu mensintesis hasil pembelajaran dengan mempertimbang kan jiwa enterpreneurship dalam pengembangan problem solving kasus yang dihadapi.
    10. Mahasiswa mampu mengevaluasi kelebihan dan kekurangannya dalam belajar sehingga lebih bertanggung jawab atas pendidikannya sendiri.