Archive for the ‘Blog’ Category

Posisi kita sekarang adalah 32 lawan 23

Friday, October 7th, 2011
Saat ini kita sedang dalam masa keprihatinan yang sangat mendalam di bidang penelitian. Berikut ini contoh yang dapat kita lihat dari berbagai fenomena yang muncul di sekitar saya sebagai icon kebanggaan para peneliti:

UNSOED dengan bangga mengatakan: “Kami bersyukur karena LPPM menfasilitasi kami dengan mengangkut kami dengan menggunakan bis universitas”
UNS tidak kalah menyampaikan: “Kami punya teman banyak. Jumlahnya 32 orang looh”
UNDIP nggak mau kalah dengan berkata: “Kalau kami lebih hebat lagi, karena langsung disupport presiden SBY atas nama DLLAJR: ANGKUTAN BIS UMUM dan kita nggak perlu bingung cari-cari teman, karena kita hanya ber-23 orang”.
Kebanggaan yang keliru bukan?

Dosenpun berisik dan tidak tahu etika

Monday, May 2nd, 2011
Saya hadir dalam acara pertemuan istmewa. Yang hadir semuanya dosen.
Pembicaranya dosen tingkat tinggi, dan pesertanya adalah dosen tingkat
menengah.

Dosen setiap kali di kelas, pasti akan minta atensi mahasiswa agar
memperhatikan presentasinya. Dia akan marah jika mahasiswa berisik.

Tapi apa yang terjadi ketika para dosen bertemu dalam acara presentasi
ilmiah? Mereka berisik sendiri. Mereka dengan enaknya ngobrol sendiri
tanpa menghiraukan orang lain yang ingin mendengarkan ceramah. Belum
lagi mereka sibuk sekali menerima telepun dengan HP nya yang punya
ringtone yang berisik. Terus, ngomongnya pun keras keras. Coba
pikirkan, dimana etika para dosen itu? Tahu nggak sih etika di dalam
kelas?

Memang benar, pintar memang tidak berhubungan dengan etika, tapi dosen
tanpa etika akan payah nantinya.

Lulusan luar negeri: briga brigi

Thursday, March 31st, 2011
Sekolah di luar negeri bisa dibilang program cuci otak. Bagaimana
tidak, otak akan diperas habis-habisan untuk penelitian dan publikasi
di jurnal internasional. Kegiatan selain yang mendukung arah itu, mau
tidak mau harus dihilangkan. Namun demikian, ada juga yang bisa santai
menghadapinya.

Walau santai, tapi stress pendidikan dan penelitian pasti ada. Apalagi
di negara-negara yang tidak kenal lelah seperti jepang. Otak diperas
abis deh. Hal inilah yang kadang berimbas pada perubahan tingkah laku
yang aneh di lingkungannya.

Pada suatu pertemuan khusus dengan Mendiknas Prof Bambang Sudibyo pada
tanggal 25 Maret di Solo, beliau mengatakan lulusan luar negeri
seringkali BRIGA-BRIGI. Kata kata ini mungkin perwakilan dari:
gemagus, nggaya, sombong, minta mewah, sukanya menyepelekan, dan sok
bagus. Beliau mengingatkan para universitas yang mempunyai staff yang
seperti ini, harus berhati-hati dan segera memfasilitasi apa yang
menjadi keinginannya atau segera memberikan pekerjaan padanya. Hmm apa
betul?