Telah disadari bersama bahwa kekayaan budaya masa lalu yang tersimpan di berbagai manuskrip kuno menyimpan banyak nilai-nlai spiritual dan budaya, serta kearifan lokal yang cukup tinggi. Namun kenyataan menunjukkan bahwa banyak naskah-naskah tersebut yang telantar dan tak tersimpan dengan baik, bahkan jarang para peneliti yang mempedulikannya. Oleh karena itu, adalah sebuah keharusan bagi kita untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya lokal tersebut sebagai aset daerah. Di samping itu, pentingnya menggali nilai-nilai budaya masa lalu itu akan memiliki signifikansi dan nilai strategis bagi pembelajaran dan pemahaman budaya lokal bagi generasi muda kini dan mendatang.
Mengingat pentingnya makna naskah-naskah lama itu bagi masyarakat sekarang, maka upaya yang bisa dilakukan adalah mengadakan langkah-langkah filologis dengan membuat inventarisasi naskah, deskripsi naskah, katalogisasi, dan digitalisasi naskah-naskah pesisir Jepara. Pada bagian lain perlu adanya kajian isi teks secara tematik untuk mendapatkan informasi penting dari nilai-nilai spiritual dan kearifan lokal yang terkandung dalam naskah.
Perkembangan ilmu dan teknologi pada era informasi sangat cepat, sehingga untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap budaya lokal dan budaya masa lalu, maka penggalian dan pelestarian nilai-nilai budaya adiluhung dalam pernaskahan pesisir sangat penting dilakukan. Alasan rasional dari alur pemikiran ini tidak lain adalah untuk mempertahankan dan menjaga kekayaan budaya lokal ketika berhadapan dengan perkembangan dan laju arus budaya modernisasi dan globalisasi dewasa ini.
Tujuan strategis dari program kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal sebagaimana yang terungkap dalam bentuk naskah-naskah klasik pesisir. Tujuan lain adalah untuk melestarikan dan mendokumentasikan warisan budaya masa lalu yang berupa naskah-naskah klasik pesisir. Di samping itu kegiatan ini dilakukan untuk memberikan apresiasi bagi generasi masa kini (generasi muda) untuk menghargai dan mengambil pelajaran dari karya-karya budaya masa lalu yang sarat dengan nilai-nilai spiritual dan transendental.

Telah disadari bersama bahwa kekayaan budaya masa lalu yang tersimpan di berbagai manuskrip kuno menyimpan banyak nilai-nlai spiritual dan budaya, serta kearifan lokal yang cukup tinggi. Namun kenyataan menunjukkan bahwa banyak naskah-naskah tersebut yang telantar dan tak tersimpan dengan baik, bahkan jarang para peneliti yang mempedulikannya. Oleh karena itu, adalah sebuah keharusan bagi kita untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya lokal tersebut sebagai aset daerah. Di samping itu, pentingnya menggali nilai-nilai budaya masa lalu itu akan memiliki signifikansi dan nilai strategis bagi pembelajaran dan pemahaman budaya lokal bagi generasi muda kini dan mendatang.
Mengingat pentingnya makna naskah-naskah lama itu bagi masyarakat sekarang, maka upaya yang bisa dilakukan adalah mengadakan langkah-langkah filologis dengan membuat inventarisasi naskah, deskripsi naskah, katalogisasi, dan digitalisasi naskah-naskah pesisir Jepara. Pada bagian lain perlu adanya kajian isi teks secara tematik untuk mendapatkan informasi penting dari nilai-nilai spiritual dan kearifan lokal yang terkandung dalam naskah.
Perkembangan ilmu dan teknologi pada era informasi sangat cepat, sehingga untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap budaya lokal dan budaya masa lalu, maka penggalian dan pelestarian nilai-nilai budaya adiluhung dalam pernaskahan pesisir sangat penting dilakukan. Alasan rasional dari alur pemikiran ini tidak lain adalah untuk mempertahankan dan menjaga kekayaan budaya lokal ketika berhadapan dengan perkembangan dan laju arus budaya modernisasi dan globalisasi dewasa ini.
Tujuan strategis dari program kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal sebagaimana yang terungkap dalam bentuk naskah-naskah klasik pesisir. Tujuan lain adalah untuk melestarikan dan mendokumentasikan warisan budaya masa lalu yang berupa naskah-naskah klasik pesisir. Di samping itu kegiatan ini dilakukan untuk memberikan apresiasi bagi generasi masa kini (generasi muda) untuk menghargai dan mengambil pelajaran dari karya-karya budaya masa lalu yang sarat dengan nilai-nilai spiritual dan transendental.

Telah disadari bersama bahwa kekayaan budaya masa lalu yang tersimpan di berbagai manuskrip kuno menyimpan banyak nilai-nlai spiritual dan budaya, serta kearifan lokal yang cukup tinggi. Namun kenyataan menunjukkan bahwa banyak naskah-naskah tersebut yang telantar dan tak tersimpan dengan baik, bahkan jarang para peneliti yang mempedulikannya. Oleh karena itu, adalah sebuah keharusan bagi kita untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya lokal tersebut sebagai aset daerah. Di samping itu, pentingnya menggali nilai-nilai budaya masa lalu itu akan memiliki signifikansi dan nilai strategis bagi pembelajaran dan pemahaman budaya lokal bagi generasi muda kini dan mendatang.
Mengingat pentingnya makna naskah-naskah lama itu bagi masyarakat sekarang, maka upaya yang bisa dilakukan adalah mengadakan langkah-langkah filologis dengan membuat inventarisasi naskah, deskripsi naskah, katalogisasi, dan digitalisasi naskah-naskah pesisir Jepara. Pada bagian lain perlu adanya kajian isi teks secara tematik untuk mendapatkan informasi penting dari nilai-nilai spiritual dan kearifan lokal yang terkandung dalam naskah.
Perkembangan ilmu dan teknologi pada era informasi sangat cepat, sehingga untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap budaya lokal dan budaya masa lalu, maka penggalian dan pelestarian nilai-nilai budaya adiluhung dalam pernaskahan pesisir sangat penting dilakukan. Alasan rasional dari alur pemikiran ini tidak lain adalah untuk mempertahankan dan menjaga kekayaan budaya lokal ketika berhadapan dengan perkembangan dan laju arus budaya modernisasi dan globalisasi dewasa ini.
Tujuan strategis dari program kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal sebagaimana yang terungkap dalam bentuk naskah-naskah klasik pesisir. Tujuan lain adalah untuk melestarikan dan mendokumentasikan warisan budaya masa lalu yang berupa naskah-naskah klasik pesisir. Di samping itu kegiatan ini dilakukan untuk memberikan apresiasi bagi generasi masa kini (generasi muda) untuk menghargai dan mengambil pelajaran dari karya-karya budaya masa lalu yang sarat dengan nilai-nilai spiritual dan transendental.

Telah disadari bersama bahwa kekayaan budaya masa lalu yang tersimpan di berbagai manuskrip kuno menyimpan banyak nilai-nlai spiritual dan budaya, serta kearifan lokal yang cukup tinggi. Namun kenyataan menunjukkan bahwa banyak naskah-naskah tersebut yang telantar dan tak tersimpan dengan baik, bahkan jarang para peneliti yang mempedulikannya. Oleh karena itu, adalah sebuah keharusan bagi kita untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya lokal tersebut sebagai aset daerah. Di samping itu, pentingnya menggali nilai-nilai budaya masa lalu itu akan memiliki signifikansi dan nilai strategis bagi pembelajaran dan pemahaman budaya lokal bagi generasi muda kini dan mendatang.
Mengingat pentingnya makna naskah-naskah lama itu bagi masyarakat sekarang, maka upaya yang bisa dilakukan adalah mengadakan langkah-langkah filologis dengan membuat inventarisasi naskah, deskripsi naskah, katalogisasi, dan digitalisasi naskah-naskah pesisir Jepara. Pada bagian lain perlu adanya kajian isi teks secara tematik untuk mendapatkan informasi penting dari nilai-nilai spiritual dan kearifan lokal yang terkandung dalam naskah.
Perkembangan ilmu dan teknologi pada era informasi sangat cepat, sehingga untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap budaya lokal dan budaya masa lalu, maka penggalian dan pelestarian nilai-nilai budaya adiluhung dalam pernaskahan pesisir sangat penting dilakukan. Alasan rasional dari alur pemikiran ini tidak lain adalah untuk mempertahankan dan menjaga kekayaan budaya lokal ketika berhadapan dengan perkembangan dan laju arus budaya modernisasi dan globalisasi dewasa ini.
Tujuan strategis dari program kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal sebagaimana yang terungkap dalam bentuk naskah-naskah klasik pesisir. Tujuan lain adalah untuk melestarikan dan mendokumentasikan warisan budaya masa lalu yang berupa naskah-naskah klasik pesisir. Di samping itu kegiatan ini dilakukan untuk memberikan apresiasi bagi generasi masa kini (generasi muda) untuk menghargai dan mengambil pelajaran dari karya-karya budaya masa lalu yang sarat dengan nilai-nilai spiritual dan transendental.

Telah disadari bersama bahwa kekayaan budaya masa lalu yang tersimpan di berbagai manuskrip kuno menyimpan banyak nilai-nlai spiritual dan budaya, serta kearifan lokal yang cukup tinggi. Namun kenyataan menunjukkan bahwa banyak naskah-naskah tersebut yang telantar dan tak tersimpan dengan baik, bahkan jarang para peneliti yang mempedulikannya. Oleh karena itu, adalah sebuah keharusan bagi kita untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya lokal tersebut sebagai aset daerah. Di samping itu, pentingnya menggali nilai-nilai budaya masa lalu itu akan memiliki signifikansi dan nilai strategis bagi pembelajaran dan pemahaman budaya lokal bagi generasi muda kini dan mendatang.
Mengingat pentingnya makna naskah-naskah lama itu bagi masyarakat sekarang, maka upaya yang bisa dilakukan adalah mengadakan langkah-langkah filologis dengan membuat inventarisasi naskah, deskripsi naskah, katalogisasi, dan digitalisasi naskah-naskah pesisir Jepara. Pada bagian lain perlu adanya kajian isi teks secara tematik untuk mendapatkan informasi penting dari nilai-nilai spiritual dan kearifan lokal yang terkandung dalam naskah.
Perkembangan ilmu dan teknologi pada era informasi sangat cepat, sehingga untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap budaya lokal dan budaya masa lalu, maka penggalian dan pelestarian nilai-nilai budaya adiluhung dalam pernaskahan pesisir sangat penting dilakukan. Alasan rasional dari alur pemikiran ini tidak lain adalah untuk mempertahankan dan menjaga kekayaan budaya lokal ketika berhadapan dengan perkembangan dan laju arus budaya modernisasi dan globalisasi dewasa ini.
Tujuan strategis dari program kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal sebagaimana yang terungkap dalam bentuk naskah-naskah klasik pesisir. Tujuan lain adalah untuk melestarikan dan mendokumentasikan warisan budaya masa lalu yang berupa naskah-naskah klasik pesisir. Di samping itu kegiatan ini dilakukan untuk memberikan apresiasi bagi generasi masa kini (generasi muda) untuk menghargai dan mengambil pelajaran dari karya-karya budaya masa lalu yang sarat dengan nilai-nilai spiritual dan transendental.

Telah disadari bersama bahwa kekayaan budaya masa lalu yang tersimpan di berbagai manuskrip kuno menyimpan banyak nilai-nlai spiritual dan budaya, serta kearifan lokal yang cukup tinggi. Namun kenyataan menunjukkan bahwa banyak naskah-naskah tersebut yang telantar dan tak tersimpan dengan baik, bahkan jarang para peneliti yang mempedulikannya. Oleh karena itu, adalah sebuah keharusan bagi kita untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya lokal tersebut sebagai aset daerah. Di samping itu, pentingnya menggali nilai-nilai budaya masa lalu itu akan memiliki signifikansi dan nilai strategis bagi pembelajaran dan pemahaman budaya lokal bagi generasi muda kini dan mendatang.
Mengingat pentingnya makna naskah-naskah lama itu bagi masyarakat sekarang, maka upaya yang bisa dilakukan adalah mengadakan langkah-langkah filologis dengan membuat inventarisasi naskah, deskripsi naskah, katalogisasi, dan digitalisasi naskah-naskah pesisir Jepara. Pada bagian lain perlu adanya kajian isi teks secara tematik untuk mendapatkan informasi penting dari nilai-nilai spiritual dan kearifan lokal yang terkandung dalam naskah.
Perkembangan ilmu dan teknologi pada era informasi sangat cepat, sehingga untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap budaya lokal dan budaya masa lalu, maka penggalian dan pelestarian nilai-nilai budaya adiluhung dalam pernaskahan pesisir sangat penting dilakukan. Alasan rasional dari alur pemikiran ini tidak lain adalah untuk mempertahankan dan menjaga kekayaan budaya lokal ketika berhadapan dengan perkembangan dan laju arus budaya modernisasi dan globalisasi dewasa ini.
Tujuan strategis dari program kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal sebagaimana yang terungkap dalam bentuk naskah-naskah klasik pesisir. Tujuan lain adalah untuk melestarikan dan mendokumentasikan warisan budaya masa lalu yang berupa naskah-naskah klasik pesisir. Di samping itu kegiatan ini dilakukan untuk memberikan apresiasi bagi generasi masa kini (generasi muda) untuk menghargai dan mengambil pelajaran dari karya-karya budaya masa lalu yang sarat dengan nilai-nilai spiritual dan transendental.

Telah disadari bersama bahwa kekayaan budaya masa lalu yang tersimpan di berbagai manuskrip kuno menyimpan banyak nilai-nlai spiritual dan budaya, serta kearifan lokal yang cukup tinggi. Namun kenyataan menunjukkan bahwa banyak naskah-naskah tersebut yang telantar dan tak tersimpan dengan baik, bahkan jarang para peneliti yang mempedulikannya. Oleh karena itu, adalah sebuah keharusan bagi kita untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya lokal tersebut sebagai aset daerah. Di samping itu, pentingnya menggali nilai-nilai budaya masa lalu itu akan memiliki signifikansi dan nilai strategis bagi pembelajaran dan pemahaman budaya lokal bagi generasi muda kini dan mendatang.
Mengingat pentingnya makna naskah-naskah lama itu bagi masyarakat sekarang, maka upaya yang bisa dilakukan adalah mengadakan langkah-langkah filologis dengan membuat inventarisasi naskah, deskripsi naskah, katalogisasi, dan digitalisasi naskah-naskah pesisir Jepara. Pada bagian lain perlu adanya kajian isi teks secara tematik untuk mendapatkan informasi penting dari nilai-nilai spiritual dan kearifan lokal yang terkandung dalam naskah.
Perkembangan ilmu dan teknologi pada era informasi sangat cepat, sehingga untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap budaya lokal dan budaya masa lalu, maka penggalian dan pelestarian nilai-nilai budaya adiluhung dalam pernaskahan pesisir sangat penting dilakukan. Alasan rasional dari alur pemikiran ini tidak lain adalah untuk mempertahankan dan menjaga kekayaan budaya lokal ketika berhadapan dengan perkembangan dan laju arus budaya modernisasi dan globalisasi dewasa ini.
Tujuan strategis dari program kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal sebagaimana yang terungkap dalam bentuk naskah-naskah klasik pesisir. Tujuan lain adalah untuk melestarikan dan mendokumentasikan warisan budaya masa lalu yang berupa naskah-naskah klasik pesisir. Di samping itu kegiatan ini dilakukan untuk memberikan apresiasi bagi generasi masa kini (generasi muda) untuk menghargai dan mengambil pelajaran dari karya-karya budaya masa lalu yang sarat dengan nilai-nilai spiritual dan transendental.

Madura ternyata menyimpan lebih dari dua ratus naskah klasik, baik yang tersimpan di Bangkalan, Sampang, Pamekasan maupun nasah-naskah di Sumenep. Naskah-naskah itu berisi berbagai ajaran keagamaan, seperti teologi, tasawuf, fikih, maupun bahasa Arab. Yang menarik di antara naskah itu adalah ditemukanya naskah klasik di Pesantren Az-Zuber Pamekasan yang cukup fenomenal, yanitu Naskah Bahru Lahut dan Naskah Tuhfah Al-Mursalah. Dalam naskah Tuhfah Al-Mursalah diungkapkan tentang konsepsi mistik Islam Martabat Tujuh Martabat Tujuh dan paham Wahdah al-Wujud Ibn Arabi. Sebuah paham mistik falsafi yang secara esoteris menjelaskan eksistensi Allah. Aspek esoteris ini mengajarkan bahwa eksistensi Tuhan tidak dapat dikenali oleh siapa pun dan kekuatan apa pun. Tuhan baru dapat dikenal setelah bertajalli (menampakkan diri) melalui tujuh martabat yaitu, martabat aḥadiyah, waḥdah, waḥidiyah, alam arwah, alam miṡal, alam ajsam, dan alam insan kamil.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian filologi dan metode analisis tematik. Metode penelitian filologi meliputi inventarisasi naskah, deskripsi naskah, garis besar isi naskah, transliterasi, dan suntingan teks. Sedangkan metode analisis tematik dipakai untuk kajian isi teksnya.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik mistik Islam di kawasan Madura cenderung masuk dalam dua macam mistik, yaitu mistik Islam sunni (BangkalanSampang damn Sumenep) dan mistik Islam falsafi (khususnya di Pamekasan). Salah satu yang menarik adalah Naskah Tuhfah Al-Mursalah yang sangat kental mengajarkan konsep Martabat Tujuh, konsep Wahdah Al-Wujud (manunggaling kawula lan Gusti), esensi zikir, dan ma’rifatulah.

Kata kunci : naskah Madura, martabat tujuh, mistik, esoteris.

LAPORAN KEMAJUAN II HIBAH PENELITIAN

STRATEGIS NASIONAL

TAHUN 2009

Aspek :

Seni dan Sastra dalam Mendukung Industri Kreatif

Judul Penelitian :

PEMBERDAYAAN POTENSI SASTRA PESANTREN

SEBAGAI ALTERNATIF PENGEMBANGAN INDUSTRI

PARIWISATA DAERAH PESISIR

Dr. Muhammad Abdullah, M.Hum.

Drs. Moh. Muzakka, M.Hum.

Nur Fauzan Achmad, S.S., M.A.

DIPA Undip Semarang, no : 0160.0/023-04.2/XIII/2009, sesuai dengan Surat Keputusan Rektor Undip Semarang No : 179/SK/H7/2009 tanggal 18 Maret 2009, dan Surat Perjanjian Pelaksanaan Hibah Penelitian Strategis Nasional No :

124….. /H7.2/KP/2009, tanggal 18 Maret 2009

FAKULTAS ILMU BUDAYA

UNIVERSITAS DIPONEGORO

2009

LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN PERKEMBANGAN HIBAH PENELITIAN

STRATEGIS NASIONAL TAHUN 2009

01. Judul Riset : Pemberdayaan Potensi Sastra Pesantren Sebagai

Alternatif Pengembangan Industri Pariwisata Daerah Pesisir

02. Aspek : Seni dan Sastra Dalam Mendukung Industri Kreatif

03. Peneliti Utama : Dr. Muhammad Abdullah, M.A.

04. Jenis Kelamin : Laki-laki

05. Unit Kerja : Fakultas Sastra Universitas Diponegoro

06. Alamat Unit Kerja : Jl. Hayam Wuruk 4 Semarang

Telepon 024-8311444, Fax 024-8311444

07. Alamat Rumah : Jl. Budi Mulia I No. 25 Plataran Kaliwungu Kendal

Telepon 0294-3686733

08. Alamat e-Mail : abu_nilami@yahoo.co.id, abdulah@undip.co.id

09. Telepon Seluler/HP : 08122836365, 085641130069

10. Lama Riset : 10 bulan

11. Hibah Penelitian Strategis

Nasional Tahun : Tahun 2009

12. Total biaya : Rp 30.000.000,- (tiga puluh juta rupiah)

Mengetahui, Semarang, 14 November 2009

Pembantu Dekan I

Fakultas Ilmu Budaya

Peneliti Utama

Prof. Dr. Sutejo K.Widodo, M.Si. Dr. Muhammad Abdullah, MA

NIP 131 458 536 NIP 131 672 471

Mengetahui,

Ketua Lembaga Penelitian Undip

Prof. Dra. Indah Susilowati, M.Sc, Ph.D

NIP 131 764 487

Ada pertanyaan yang sangat “sakit” dari mahasiswa FIB UNDIP, “Pak, mengapa komunitas sastra di undip khususnya dan Semarang pada umumnya tak ada gregetnya seperti daerah lain?” Ironi memang. Mestinya sebagai sebuah lembaga formal yang bergumul dengan dunia ilmu sastra, yang sekaligus membekali banyak ilmu-ilmu teoretik kepada mahasiswa, kampus sastra UNDIP menjadi jantung aktivitas kesastraan dan kebudayaan.

Read the rest of this entry »