(“Karena cinta duri menjadi mawar
Karena c
inta cuka menjelma anggur segar
Karena cinta pentungan menjadi mahkota penawar
Karena cinta kemalangan menjadi keberuntung
an
Karena cinta rumah p
enjara nampak bagaikan kedai mawar
Karena cinta timbunan debu kelihatan sebagai taman
Karena cinta api berkobar menjadi cahaya menyenangkan
Karena cinta setan berubah menjadi bidadari
Karena
cinta batu keras menjadi lembut bagaikan mentega
Karena cinta duka menjadi riang gembira
K
arena cinta hantu berubah menjadi malaikat
Karena cinta singa tidak menakutkan bagaikan tikus
Karena cinta sakit menjadi sihat
Karena cinta amarah berubah menjadi keramah-tamahan…”

Read the rest of this entry »

amiHARI-HARI ini sejumlah orang masih terjebak pada kata sakti: Mudik. Ya, mudik telah lama menjadi ritual di Indonesia – tak terkecuali masyarakat Jawa Tengah ini. Meskipun harus diakui bahwa tradisi mudik bukan hanya monopoli bangsa Indonesia, namun kita yakin bahwa mudik di negeri ini telah tercatat sebagai peristiwa yang luar biasa. Di Filipina misalnya, perayaan Natal, juga terjadi gerak mudik besar-besaran, termasuk mudiknya para tenaga kerja asing. Khusus mengenai para tenaga kerja asing itu,  jumlah uang (remitansi) yang mereka bawa masuk ke Filipina saat mudik, mencapai lebih dari lima miliar dollar AS, dengan total pemasukan mencapai 16 milyar dollar AS dalam setahun.

Read the rest of this entry »

August

10

Infotainmen

Dua taamihun yang lalu ketika saya “dibaptis” oleh sejumlah media nasional menjadi doktor infotainmen pertama di Indonesia, sebenarnya saya sangat jengah. Sebab , saya sangat menyadari bahwa penelitian yang saya lakukan sebenarnya bukan semata-mata tentang acara televisi yang konon kuyup gosip tersebut. Saya sebenarnya sedang mengembangkan suatu pendekatan tentang relasi kekuasaan melalui media, yang selama ini lebih terekspresi secara simulakra atau bahkan hiperealitas.

Read the rest of this entry »

amiLAGI-LAGI Golkar membuat berita, seusai menuntut dana aspirasi yang berujung dengan sejumlah kecaman. Partai politik bersimbol pohon beringin yang konon bermakna menjadi pengayom dan pelindung rakyat, kini justru berniat “mengubah simbol baru”: Tikus. Alias Golkar cap tikus.

Ya, beberapa hari lalu Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie meminta kader partainya berpolitik dengan filosofi tikus. “Jadilah seperti tikus yang menggigit tapi tanpa orang merasa kalau kita gigit. Jadi dia gigit sedikit, setelah terasa dingin, tikus itu menggigit sedikit lagi. Golkar harus berprinsip seperti tikus, ngendus, baru gigit. Jangan langsung menggigit. Nanti kalau dipukul bisa mati,” katanya.

Read the rest of this entry »

PEREDAamiRAN video intim yang diperankan artis mirip Ariel, Luna Maya dan Cut Tari yang telanjur kita konsumsi, baik lewat telepon seluler maupun facebook, sedang menjadi buah bibir setiap orang. Tentu, bukan lantaran adegan “panas” yang terekam dalam gambar berdurasi hampir tujuh menit itu, namun lebih pada si pelaku yang selama ini dikenal sebagai selebritas. Dan, selebritas adalah kapital sakti bagi para konsumen informasi.

Read the rest of this entry »


Disampaikamian dalam acara peringatan kelahiran Pancasila dan Hari Ulang Tahun Kabupaten Tegal di Slawi, tanggal 5 Juni 2010

Para hadirin yang saya muliakan

Siapakah kita?

kita adalah sekelompok orang yang terkebiri oleh sihir sakti acara televisi,

hanyut dalam opini yang penuh sensasi

lalu menelikung kita sejak pagi hingga dini hari.

Siapakah kita?

Kita adalah sekelompok orang yang beramai-ramai membawa parang dan pentungan merusak kantor dan tempat ibadah kelompok lain

lantaran di sana diduga jadi sarang ajaran sesat dan maksiat.

Siapakah kita?

Kita adalah seporter sepakbola, yang menggeruduk

stadion dengan jumawa, merusak papan nama, dan melempar batu di jalan raya, lantaran kesebelasannya gagal dalam berlaga

Siapakah kita?

Read the rest of this entry »

ami

Disampaikan pada acara Dialog Budaya Jawa Tengah, yang diselenggarakan Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwista Provinsi Jateng, tanggal 17-18 Mei 2010 di Hotel Ungaran Cantik Ungaran

INDONESIA dikaruniai alam yang elok dengan iklim subtropis yang bersahabat dan tanah yang subur. Ia adalah negara dengan 17.504 pulau, 1.068 suku bangsa, dan memiliki sedikitnya 665 bahasa daerah. Indonesia juga kaya dengan spesies langka flora dan fauna mencakup mamalia, kupu-kupu, reptil, burung, unggas, dan amfibi berjumlah 3.025 spesies. Tumbuhan yang hidup di Indonesia berjumlah sekitar 47.000 spesies atau setara dengan 12 persen dari seluruh spesies tumbuhan di dunia. Bahkan, dalam bidang seni dan budaya terdapat sedikitnya 300 gaya tari tradisional dari Sabang sampai Merauke (Kompas, 24 Oktober 2008).

Read the rest of this entry »

amiTAK tahan digempur terus menerus oleh politikus, Sri Mulyani Indrawati mundur dari jabatan Menteri Keuangan. Ia menerima tawaran Bank Dunia untuk menjadi direktur pelaksana di Washington DC. Berita tersebut dikonstruksi media – terutama televisi – selama berhari-hari terakhir ini. Padahal, beberapa hari lalu media juga telah mengkonstruksi eksistensi perempuan dari objek yang berbeda, yakni tampilnya bintang-bintang seronok semacam Ayu Azahari, Maria Eva dan Julia Perez yang mencalonkan diri menjadi calon birokrat.

Read the rest of this entry »

amiPLURALITAS hari ini tidak lagi hanya dibatasi pada perbedaan etnis, profesi, latar belakang pendidikan, serta asal usul daerah. Pluralitas pada perkembangan saat ini justru lebih menunjuk pada persoalan kepentingan-kepentingan. Seseorang bisa berbeda dengan orang lain, bukan lantaran dia berasal dari etnis, profesi, latar belakang pendidikan, bahkan asal asul daerah yang berbeda. Kepentingan masing-masing oranglah yang menyatukan sebuah identitas.

Kepentingan-kepentingan yang paling nyata pada perkembangan saat ini, dapat diperhatikan pada interaksi dan negosiasi antar-individu yang dikonstruksi media massa – terutama industri penyiaran televisi.

Read the rest of this entry »

ami

BUKAN Susno Duadji namanya kalau tak pandai membuat berita. Sejak meniupkan istilah “cicak dan buaya” beberapa bulan lalu, berlanjut menjadi saksi pada sidang Antasari, pada hari-hari ini pun dia dengan serta merta membuka aib di tubuh kepolisian.

Sejak jabatan Kabareskrim dicopot, Susno terus-menerus membuat pernyataan mengejutkan. Bahkan, pekan lalu dia terus “bernyanyi” dalam rapat dengan Komisi Hukum DPR RI, yang kembali memaparkan indikasi keberadaan sejumlah makelar kasus yang sempat dilontarkan kepada publik beberapa waktu lalu.

Dia juga menyebut Gayus Tambunan dan Andi Kosasih hanya dijadikan boneka oleh makelar kasus yang sebenarnya. Menurut dia, ada Mr X yang mengatur permainan kasus mulai dari pemeriksa, tim penyidik, kepala unit, direktur, jaksa, jaksa penyidik, jaksa penuntut, hingga hakim. Dari sinilah sepak terjang Susno semakin membikin gerah sejumlah institusi. Tak sekadar menciptakan “bom waktu” di tubuh Polri semata, kini kantor pajak, kejaksaan, kehakiman, bahkan Presiden SBY pun menjadi jengah.

Read the rest of this entry »