-
perpustakaan sekolah nasibmu kini
Posted on July 23rd, 2009 4 comments
Perpustakaan Sekolah memiliki peranan penting dalam menunjang proses pembelajaran, membantu mencukupi keresahan intelektual siswa dan guru melalui bahan pustaka yang berkualitas. Perpustakaan digunakan sebagai sarana sosialisasi serta rekreasi kalangan civitas sekolah. Melalui perpustakaan, Siswa dan guru dapat berinteraksi secara langsung seperti aktivitas diskusi yang mampu mengasah kemampuan kognitif dan afektif siswa.
Anak tiri
Namun saat ini keberadaan perpustakaan sekolah belum mendapatkan perhatian serius dunia pendidikan, bahkan cenderung dianak tirikan. Perpustakaan sekolah didirikan hanya sebagai pelengkap sebuah sekolah, data dari Departemen Pendidikan Nasional, pada 2008 mencatat baru 32 persen SD yang memiliki perpustakaan, sedangkan di tingkat SMP sebanyak 63,3 persen. Pada tahun ini, Pemotongan anggaran Departemen Pendidikan
Nasional sebesar 10 persen berdampak pada pemotongan anggaran untuk koleksi perpustakaan. Bahkan, terdapat program terkait peningkatan literasi yang dihapuskan tahun ini lantaran pemotongan anggaran tersebut. Sesuai dengan APBN-P 2008 awal april lalu. Anggaran sebesar Rp 41 miliar kini terpotong separuhnya padahal dana tersebut akan digunakan untuk penyediaan bantuan pengembangan perpustakaan dan minat baca di daerah di
33 provinsi dengan target awal sekitar 2.250 lembaga..Pembangunan perpustakaan dan sumber belajar untuk pendidikan dasar juga terpotong Rp 30 miliar. Padahal, berdasarkan data Depdiknas sampai akhir tahun 2007, jumlah perpustakaan sekolah masih sangat minim. Di Indonesia hanya 27,6 persen sekolah dasar yang memiliki perpustakaan. Sebarannya tidak merata. Ada daerah dengan 72,8 persen sekolah dasar telah memiliki perpustakaan seperti di Yogyakarta, bahkan ada sekolah yang hanya 5 persen memiliki perpustakaan seperti Maluku utara. Pembangunan perpustakaan dan pusat sumber belajar masih dipandang sebagai pengeluaran dana belaka, tidak dipikirkan sebagai sarana investasi yang menguntungkan bagi dunia pendidikan. Menurut UU RI No 20 tahun 2003 mengenai sistem pendidikan nasional yang mengatur sarana dan prasarana pendidikan, keberadaan perpustakaan menjadi penting sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan.
Kesenjangan akan keberadaan perpustakaan sekolah diperkotaan dan pedesaan dapat menjadi masalah ketika salah satu pemacu rendahnya mutu pendidikan di daerah adalah tidak adanya fasilitas perpustakaan, untuk itu masyarakatpun dapat menuntut pemerintah. tidak adanya bahan bacaan yang memadai secara kualitas dan kuantitas menjadi salah satu factor penghambat berlangsungnya proses transfer informasi antara guru dan siswa. Mestinya, perpustakaan menjadi prioritas utama pihak sekolah dan pemerintah bila
menginginkan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Permasalahan perpustakaan sekolah tidak terhenti disini saja, kasus pemindahtugasan guru bermasalah yang menganiaya siswa di SMP Negeri 79 jakarta menjadi bukti betapa perpustakaan sekolah masih dipandang sebelah mata. Eston Rimon Nainggolan, Wakil Kepala SMP Negeri 79, menyatakan sengaja memindahtugaskan guru bermasalah, dalam hal ini Paula
Sihalatua (pelaku penganiayaan) , menjadi tenaga pengelola perpustakaan, dengan pertimbangan agar tidak berhubungan langsung dengan siswa. Hal ini membuktikan masih kurangnya pemahaman pihak sekolah akan peran dan profesionalisme pustakawan. Padahal menjadi seorang pustakawan tidaklah mudah ada kompetensi tertentu yang harus dimiliki baik teknis maupun sosial. Perekruitan tenaga ini harus selektif dan memenuhi standar kompetensi, artinya untuk menjadi pustakawan seharusnya memiliki pendidikan formal minimal D3 perpustakaan, dokumentasi dan informasi, disamping itu mereka juga harus memiliki kemampuan manajerial, kemandirian, inovatif, dinamis dan mampu bekerja sama. Hal ini telah tercantum dalam Peraturan Menteri No. 25 Tahun 2008 tentang Standar Pengelola PerpustakaanSekolah/Madrasah. Tenaga pustakawan sekolah tidak bisa disepelekan.Mereka adalah orang-orang terpilih sebagai pintu gerbang pembuka kebutaan informasi siswa dan guru, jadi bukan tempat orang-orang buangan yang tidak memiliki dasar pendidikan perpustakaan untuk dipekerjakan. Permasalahan perpustakaan sekolah tidak terhenti disini saja. ditengah kondisi perpustakaan sekolah yang memprihatinkan, pemerintah saat ini tidak terlalu banyak memikirkan bahan bacaan yang ada, kebanyakan koleksi yang dimiliki hanyalah buku wajib pelajaran seperti buku paket, Mestinya dilengkapi dengan bacaan yang menggugah minat baca siswa, bahkan fasilitas perpustakaanpun minim. Sekarang sudah saatnya pihak pemerintah dan manajemen sekolah mulai memikirkan kembali keberadaan perpustakaan sekolah sebagai aset yang mengguntungkan untuk meningkatkan kualitas mutu pendidikan di Indonesia, baik dilihat dari segi pustakawan maupun bacaannya bukan hanya menjadi prasyarat pendirian sekolah yang fasilitasnya ala kadarnya.
4 responses to “perpustakaan sekolah nasibmu kini”
-
Очень забавный вопрос…
Специалист по закупкам, специалист по тендерам Anak tiri
Namun saat [……. -
Поздравляю, отличное сообщение…
Менеджер по закупкам,менеджер по продажам ,менеджер по развитию. Perpustakaan digunakan sebagai sarana sosialisasi serta rekreasi kal…
-
Случайно нашел сегодня этот форум и специально зарегистрировался, чтобы поучаствовать в обсуждении….
Менеджер по страхованию Perpustakaan digunakan sebagai sarana sosialisasi serta rekreasi kalangan civitas sekolah…..
-
Точно, вы правы…
Администратор Perpustakaan digunakan sebagai sarana sosialisasi serta rekreasi kalangan civitas sekolah…..
Leave a reply
-


