KALIMAH FI’IL (KATA KERJA)

fauzan

1. Subpokok bahasan Kalimah Fi’il

1 Pendahuluan

1.1 Deskripsi singkat

Bab ini akan memberikan pengertian tentang kata kerja (kalimah Fi’il) dalam Bahasa Arab.

1.2 Relevansi

Wacana bahasa Arab terdiri atas kalimah isim (kata benda), kalimah Fi’il (kata kerja) dan huruf (kata tugas). Dengan menguasai materi kata kerja (kalimah fi’il) Anda akan dapat mengetahui dasar-dasar pembuatan kalimat sederhana dalam bahasa Arab.

1.3 Standar Kompetensi

1.4 Kompetensi Dasar

a. Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian kalimah Fi’il

  1. Mahasiswa mampu menyebutkan pembagian dan ciri-ciri kalimah Fi’il
  2. Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian masing-masing berikut dengan contohnya
  3. Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian fiil madhi
  4. Mahasiswa mampu menjelaskan tanda fiil madhi
  5. Mahasiswa mampu menjelaskan bentuk fiil madhi
  6. Mahasiswa mampu menjelaskan pola fiil madhi

h. Mahasiswa mampu membuat fiil madhi

1.5 Indikator

a. Menjelaskan pengertian kalimah Fi’il

  1. Menyebutkan pembagian dan ciri-ciri kalimah Fi’il
  2. Menjelaskan pengertian masing-masing berikut dengan contohnya
  3. Menjelaskan pengertian fiil madhi
  4. Menjelaskan tanda fiil madhi
  5. Menjelaskan bentuk fiil madhi
  6. Menjelaskan pola fiil madhi


2. Penyajian

الفعـــــــــــــــــــــــــل

A. Definisi:

Kalimah Fi’il adalah kata yang menunjukkan arti pekerjaan atau peristiwa yang terjadi pada suatu masa atau waktu tertentu (lampau, sekarang dan yang akan datang). Hampir seperti pengertian kata kerja dalam bahasa Indonesia, namun ada perbedaan sedikit.

Contoh:

bekerjalah

اُفْعُــلْ

Sedang/ akan bekerja

يَفْــعُــلُ

Telah bekerja

فَــعَــلَ

B. Pembagian Kalimah Fi’il.

1. Berdasaran waktu terjadinya

a. Fi’il madhi

b. Fi’il Mudhari’

c. Fi’il Amar

2. Menurut Jenis hurufnya:

a. Fi’il Shahih

1) Fi’il Salim

2) Fi’il Mahmuz

3) Fi’il Mudho’af

b. Fi’il Mu’tal

1) Fi’il Mitsal

2) Fi’il Ajwaf

3) Fi’il Naqish

4) Fi’il Mafruq

5) Fi’il Maqrun

3. Menurut Objek Penderitanya

a. Fi’il Lazim

b. Fil muta’addi

4. Menurut Bentuk Aktif/ Pasif:

a. Fi’il Ma’lum

b. Fi’il Majhul

5. Menurut Susunan Huruf:

a. Fi’il Mujarrad

b. Fi’il Mazid

Pembagian Fi’il berdasarkan waktu

A. Fi’il Madhi

1. Definisi

Fi’il madhi ialah kata kerja yang menunjukkan terjadinya suatu pekerjaan atau peristiwa pada waktu lampau (past tense).

2. Tanda-tanda

Tanda-tandanya antara lain tampak pada huruf asli kata kerjanya dan pada umumnya mengandung suara “a” , misalnya كَـتَـبَ (telah menulis), قَــرَأَ (telah membaca)

3. Bentuk

Fi’il Madhi mempunyai 14 bentuk sesuai dengan banyaknya dhamir (pelaku). Dhamir itu berfungsi sebagai fa’il (pelaku). Dengan mengambil contoh kata كَـتَـبَ (kataba), maka terdapat 14 bentuk sebagai berikut:

No

Dhamir

F. Madhi

Arti

Keterangan

1

هُـوَ

كَتَبَ

Dia (lk) telah menulis

Bentuk asli tanpa perubahan

2

هُمَـا

كَتَبَـا

Keduanya (lk) telah menulis

+ ا pada huruf terakhir

3

هُـمْ

كَتَبُـوْ

Mereka (lk) telah menulis

+ ـــُوْ pada huruf terakhir

4

هِـيَ

كَتَبَـتْ

Dia (pr) telah menulis

+ ـتْ pada huruf terakhir

5

هُمَـا

كَتَبَـتَا

Keduanya (pr) telah menulis

+ ـتـََا pada huruf terakhir

6

هُـنَّ

كَتَبْـنَ

Mereka (pr) telah menulis

+ ـْــنَ pada huruf terakhir

7

اَنْـتَ

كَتَبْـتَ

Kamu (lk) telah menulis

+ ـْــتَ pada huruf terakhir

8

اَنْتُمَـا

كَتَبْتُمـَا

Kalian (lk) telah menulis

+ ـْــتُمَـا pada huruf terakhir

9

اَنْتُـم

كَتَبْتُـمْ

Kalian (lk) telah menulis

+ ـْــتُمْ pada huruf terakhir

10

اَنْـتِ

كَتَبْـتِ

Kamu (pr) telah menulis

+ ـْـتِ pada huruf terakhir

11

اَنْتُمَـا

كَتَبْتُمَا

Kalian (pr) telah menulis

+ ـْتُمَـا pada huruf terakhir

12

َانْتُـنَّ

كَتَبْتُـنَّ

Kalian (pr) telah menulis

+ ـْـتُـنَّ pada huruf terakhir

13

اَنَـا

كَتَبْـتُ

Saya telah menulis

+ ـْــتُ pada huruf terakhir

14

نَحْنُ

كَتَبْـنَا

Kami, kita telah menulis

+ ــْـنَـا Pada huruf terakhir

Latihan

Buatlah fi’il madhi berikut sebanyak 14 bentuk sesuai dhamirnya

a

ضَـرَبَ

b

نَـصَـرَ

c

فَـعَـلَ

4. Pola

1. Fi’il Madhi Tsulatsy, yaitu kata kerja lampau yang terdiri dari tiga huruf. Polanya

فَــعَـلَ

ضَرَبَ, نَصَـرَ, كَـفَـرَ (memukul, menolong, ingkar)

فَــعِـلَ

فَهِــمَ شَـهِـدَ عَـلِـمَ َ (memahami, menyaksikan, mengetahui)

فَـعُــلَ

حَــرُمَ كَــرُمَ بَـعُـد (mengharamkan, memuliakan, menjauhkan)

2. Fi’il Madhi Ruba’i, yaitu kata kerja lampau yang terdiri dari empat huruf.

Polanya ada tiga, yaitu

1

فَعَّــلَ

نَــزَّلَ, عَـلَّمَ, سَــلَّمَ

2

أ َفْـعَـلَ

أَرْسَــلَ, أَسْــلَمَ, أَنْــزَلَ

3

فَـاعَـلَ

سَــافَرَ, خَـاسَمَ, قَـاتَـلَ

3. Fi’il Madhi Khumasi, yaitu kata kerja lampau yang terdiri dari lima huruf. Polanya ada empat , yaitu

1

اِنْفَـعَــلَ

اِنْقَـلَبَ, اِنْطَلَــقَ, اِنْقَطَـعَ

2

اِفْتَعَـــلَ

اِقْتَــرَبَ, اِجْتَمَــعَ, اِجْتَنَـبَ

3

تَفــعَّـلَ

تَعَلَّــمَ, تَــأَخَّــرَ, تَقَــدَّمَ

4

تَفَــاعَـلَ

تَسَــاقَفَ, تَسَـــاهَـلَ, تَجَـــاهَلَ

4. Fi’il Madhi Sudasi, yaitu kata kerja lampau yang terdiri dari enam huruf. Polanya hanya ada satu

Pola

Contoh

اِسْتَفْعَـــلَ

اِسْتَحْــوَذَ, اِسْتَغْفَــــرَ, اِسْتَخْــرَجَ

Contoh Perubahan Fi’il Madhi, rubai, khumasi, dan sudasi

Sudasi

Khumasi

Ruba’i

Dhomir

اِسْتَفْعَـــلَ

تَفــعَّـلَ

اِفْتَعَـــلَ

اِنْفَـعَــلَ

أ َفْـعَـلَ

فَعَّــلَ

اِسْتَغْفَــرَ

تَقَــدَّمَ

اِجْتَمَــعَ

اِنْقَطَـعَ

أَرْسَــلَ

نَــزَّلَ

هُوَ

اِسْتَغْفَــرَتْ

تَقَــدَّمَتْ

اِجْتَمَــعَتْ

اِنْقَطَـعَتْ

أَرْسَــلَتْ

نَــزَّلَتْ

هِيَ

اِسْتَغْفَــرْتَ

تَقَــدَّمْتَ

اِجْتَمَــعْتَ

اِنْقَطَـعْتَ

أَرْسَــلْتَ

نَــزَّلْتَ

اَنْتَ

اِسْتَغْفَــرْتِ

تَقَــدَّمْتِ

اِجْتَمَــعْتِ

اِنْقَطَـعْتِ

أَرْسَــلْتِ

نَــزَّلْتِ

اَنْتِ

اِسْتَغْفَــرْتُ

تَقَــدَّمْتُ

اِجْتَمَــعْتُ

اِنْقَطَـعْتُ

أَرْسَــلْتُ

نَــزَّلْتُ

اَنا

Catatan:

1. Semua Fi’il madhi dapat dimasuki kata قَـــدْ yang artinya sungguh, contoh

قَــدْ اِسْــتَغْـفَـــرْتَ

Sungguh aku telah meminta ampun

2. Jika di depan Fi’il madhi terdapat huruf مَـا , maka artinya tidak, contoh:

مَــا اِسْــتَغْـفَـــرْتَ

Aku tidak meminta ampun

Latihan.

Buatlah contoh fi’il madhi ruba’I, khumasi dengan sembarang huruf.

3. Penutup

3.1 Tes Formatif

1. Buatlah kata kerja madhi (Fi’il madhi) berikut menjadi empat belas bentuk sesuai dhamirnya

a. قَـــرَاَ Membaca

b. نَــصَـرَ Menolong

c. ضَـرَبَ memukul

2. Artikan kata berikut dan tentukan pelaku (dhamirnya)

No

Fi’il Madhi

Arti asal

Dhamir

Arti

1

فَعَـلنَ

Bekerja

2

فَـعَـلْتُـنَّ

3

جَـلَسَتْ

Duduk

4

جَلَسْــتُ

5

ذَهَـبْتُـمَـا

pergi

3.2 Umpan Balik

Bagaimana? Apakah Anda sudah dapat mengerjakan soal dan latihan dengan benar semua? Nilailah hasil pekerjaan Anda. Setiap item bernilai 10. Cocokkan dengan kunci jawaban di belakang

3.3 Tindak lanjut

Apabila Anda dapat menjawab soal

10 – 50 % : berarti Anda belum mampu menguasai materi. Silakan ulangi lagi dan bertanyalah kepada dosen Anda

50 – 70 % : Anda sudah menguasai, namun masih perlu pengayaan lagi

70 – 100 %: Selamat! Anda telah menguasai materi, silakan melanjutkan ke materi berikutnya.

3.4 Rangkuman

Kalimah fi’il adalah kata kerja yang menunjukkan pekerjaan. Pembagian kalimah fi’il sebagai berikut; Berdasaran waktu terjadinya adalah Fi’il madhi, Fi’il Mudhari’, dan Fi’il Amar; Menurut Jenis hurufnya: Fi’il Shahih yang meliputi (Fi’il Salim, Fi’il Mahmuz,Fi’il Mudho’af) dan Fi’il Mu’tal (Fi’il Mitsal, Fi’il Ajwaf, Fi’il Naqish, Fi’il Mafruq, Fi’il Maqrun); Menurut Objek Penderitanya ada: Fi’il Lazim dan Fil muta’addi; Menurut Bentuk Aktif/ Pasifnya terdapat Fi’il Ma’lum dan Fi’il Majhul; sedangkan Menurut Susunan Hurufnya :Fi’il Mujarrad dan Fi’il Mazid

3.5 Kunci Jawaban tes formatif

1.

No

Dhamir

قَـرَأَ

نَــصَرَ

ضَـرَبَ

1

هُـوَ

قَـرَأَ

نَــصَرَ

ضَـرَبَ

2

هُمَـا

قَـرَءَا

نَــصَراَ

ضَـرَبَا

3

هُـمْ

قَـرَاُوْ

نَــصَرُوْ

ضَـرَبُوْ

4

هِـيَ

قَـرَأَتْ

نَـصَرَتْ

ضَـرَبَتْ

5

هُمَـا

قَـرَأتَـا

نَـصَرتَاَ

ضَـرَبَتَا

6

هُـنَّ

قَـرَأْنَ

نَـصَرْنَ

ضَرَبْـنَ

7

اَنْـتَ

قَـرَئْتَ

نَـصَرْتَ

ضَـرَبْتَ

8

اَنْتُمَـا

قَـرَئْتُـمَا

نَصَرتُمَا

ضَـرَبْتُمَا

9

اَنْتُـم

قَـرَئْتُـمْ

نَـصَرْتُمْ

ضَـرَبْتُمْ

10

اَنْـتِ

قَـرَئْتِ

نَـصَرْتِ

ضَـرَبْتِ

11

اَنْتُمَـا

قَـرَئْمَـا

نَصَرْتُمَـا

ضَـرَبْتُمَا

12

َانْتُـنَّ

قَـرَئْتُـنَّ

نَـصَرْتُنَّ

ضَـرَبْتُنَّ

13

اَنَــا

قَـرَئْتُ

نَـصَرْتُ

ضَـرَبْتُ

14

نَحْـنُ

قَـرَئْنَا

نَــصَرْنَا

2.

No

Fi’il Madhi

Arti asal

Dhamir

Arti

1

فَعَـلنَ

Bekerja

هُـنَّ

Mereka (pr) telah bekerja

2

فَـعَـلْتُـنَّ

انْتُـنَّ

Kalian (pr) telah bekerja

3

جَـلَسَتْ

Duduk

هِـيَ

Dia (pr) telah duduk

4

جَلَسْــتُ

اَنَــا

Saya telah duduk

5

ذَهَـبْتُـمَـا

pergi

اَنْتُمَـا

Kalian (pr/ lk) telah pergi

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, Nur Fawzan. 2005 “Pengantar Ilmu Sharaf “. Hand out. Fak Sastra Undip

——- 2005. Rumus-Rumus Tasrif . Hand out

Anam, Husnul. 2000. Metode Pembelajaran Ilmu Nahwu. Surabaya: Terang

Al Atsary, Abu Hamzah Yusuf. 2007. Pengantar Mudah Bahasa Arab . Bandung: Pustaka Al Adwa

Bawani, Imam. 1987. Tata Bahasa Bahasa Arab Tingkat Permulaan. Surabaya: Al Ikhlas

Ghufron, Aunur-Rofiq dan Abdul Hakim, 2000. Mukhtaratu Qawa’idul-Lughatil “Arabiyyati. Sedayu Gresik: Ma’had Al Furqan Al Islamy

Rahman, S.A. 2007. Teach Yourself Arabic: a Modern and Step by Step Approach. New Delhi: Goodword Book.

Sukamto, Imaduddin dan Ahmad Munawwari, 2005. Tata Bahasa Arab Sistematis. Yogyakara: Nuansa Aksara Group

Tatcher. Arabic Grammar.

Yunus, Mahmud. Tt. Kamus Arab-Indonesia. Jakarta: Yayasan Penyelenggara Penterjemah dan Pentafsir Al Quran

Zaleha, Sahro,Abu. 2007. Kitab Aisar. Klaten: Wafa Press.

SENARAI

a. Fi’il madhi

b. Fi’il mudhari’

c. Fi’il amar

=== اللغــاة العـربيـة ===

2. Subpokok bahasan Fi’il Mudhari’

1 Pendahuluan

1.1 Deskripsi singkat

Subpokok bahasan ini akan membahas penjelasan mengenai fi’il mudari’, yaitu kata kerja yang menerangkan pekerjaan yang sedang atau akan terjadi.

1.2 Relevansi

Materi ini sangat penting untuk pembuatan kalimat yang benar, juga dalam rangka mencari asal-usul kata.

1.3 Standar Kompetensi

Mahasiswa dapa menjelaskan pengertian, ciri, jenis dan contoh-contoh kalimah fi’il mudhari’

1.4 Kompetensi Dasar

a. Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian fi’il mudhari’

b. Mahasiswa mampu menjelaskan ciri fi’il mudhari’

c. Mahasiswa mampu menjelaskan tanda fi’il mudhari’

d. Mahasiswa mampu menjelaskan bentuk fi’il mudhari’

e. Mahasiswa mampu menjelaskan pola fi’il mudhari’

f. Mahasiswa mampu membuat fiil mudhari’

1.5. Indikator

a. menjelaskan pengertian fi’il mudhari’

b. menjelaskan ciri fi’il mudhari’

c. menjelaskan tanda fi’il mudhari’

d. menjelaskan bentuk fi’il mudhari’

e. menjelaskan pola fi’il mudhari’

f. membuat fiil mudhari’

2. Penyajian

FI’IL MUDHARI’

فِـعْـلُ الْمُـضَــارِعْ

  1. Definisi

Fi’il Mudhari’ adalah yang menunjukkan pekerjaan atau peristiwa yang sedang terjadi (present tense) atau akan terjadi (future tense).

  1. Cara membuat

Huruf asli dalam Fi’il madhi diberi tambahan salah satu huruf mudhara’ah, huruf ke dua sukun (mati)

يَفْـعُلُ

ـلُ

ـعُـ

ـفْـ

يـَ

فَعَـلَ

نَصَـرَ

ضَرَبَ

C. Ciri/ tandanya:

1. Dapat dimasuki huruf sin س dan saufa سَوْفَ contoh: سَيَشْـهَدُ, سَوْفَ يَشْـهَدُ

2. Dapat diawali dengan salah satu di antara empat huruf ا,ن,ي,ت (اَنَيْتُ) yang disebut huruf mudhara’ah

Huruf

contoh

huruf

contoh

ا

أذْهَـبُ

ي

يَذْهَـبُ, يَذْهَبَـانِ, يَذْهَبُــونَ

ن

نَذْهَـبُ

ت

تَذْهَـبُ, تَذْهَبَــانِ, تَذْهِبْــنَ

3. Dapat dimasuki huruf لاَ (tidak)

Contoh:

لاَ يَذْهَـبُ, لاَ يَشْـهَدُ, لاَ يَضْـرِبُ

D. Bentuk

Seperti Fi’il madhi, Fi’il mudhari’ juga mempunyai 14 bentuk sesuai dhamirnya. Contoh

No

Dhamir

F. Madhi

Arti

Perub

Letak perubahan

1

هُـوَ

يَضْـرِبُ

Dia (lk) sedang/ akan memukul

….

Akhir kata

2

هُمَـا

يَضْرِبَـانِ

Keduanya (lk) sedang/ akan memukul

….َانِ

Akhir kata

3

هُـمْ

يَضْرِبُـونَ

Mereka (lk) sedang/ akan memukul

…ُوْنَ

Akhir kata

4

هِـيَ

تَضْـرِبُ

Dia (pr) sedang/ akan memukul

تَ….

Awal kata

5

هُمَـا

تَضْرِبانِ

Keduanya (pr) sedang/ akan memukul

تَ…َانِ

Awal dan akhir

6

هُـنَّ

يَضْـرِبْنَ

Mereka (pr) sedang/ akan memukul

تَ…بْنَ

Awal dan akhir

7

اَنْـتَ

تَضْـرِبُ

Kamu (lk) sedang/ akan memukul

تَ…

Awal kata

8

اَنْتُمَـا

تَضْـرِبانِ

Kalian (lk) sedang/ akan memukul

تَ…َانِ

Awal dan akhir

9

اَنْتُـم

تَضْـرِبُوْنِ

Kalian (lk) sedang/ akan memukul

ت…ُوْنَ

Awal dan akhir

10

اَنْـتِ

تَضْـرِبِيْنَ

Kamu (pr) sedang/ akan memukul

تَ…بِيْنَ

Awal dan akhir

11

اَنْتُمَـا

تَضْـرِبَانِ

Kalian (pr) sedang/ akan memukul

تَ…َانِ

Awal dan akhir

12

َانْتُـنَّ

تَضْـرِبْنَ

Kalian (pr) sedang/ akan memukul

تَ…بْنَ

Awal dan akhir

13

اَنَـا

اَضْـرِبُ

Saya sedang/ akan memukul

ا…..

Awal kata

14

نَحْنُ

نَضْـرِبُ

Kami, kita sedang/ akan memukul

نَ……

Awal kata

E. Pola

1. Fi’il Mudhari’ Tsulatsy

Fi’il Mudhari’ yang berasal dari Fi’il madhi tsulatsy (tiga huruf)

Madhi

Mudhari’

contoh

rumus

rumus

فَـعَـلَ

يَعْـعُـلُ

يَكْفُــرُ

ـَـ ـُـ

فَتْحُ ضَمٍّ

يَفْعِــلُ

يَجْلِـسُ

ـَـ ـِـ

فَتْحُ كَسْرٍ

يَفْعَــلُ

يَذْهَـبُ

ـَـ ـَـ

فَتْحَتَانِ

فَـعُـلَ

يَعْـعُـلُ

يَحْــرُمُ

ـُـ ـُـ

ضَمُّ ضّمٍّ

فَـعِـلَ

يَفْعَــلُ

ي يَشْهَـدُ

ـِـ ـَـ

كَسْرُ فَتْحٍ

يَفْعِــلُ

َنْــزِلُ

ـِـ ـِـ

كَسْرَتَـانِ

2. Fi’il Mudhari’ yang berasal dari Fi’il madhi ruba’I (4 huruf)

مَـاضِ

مُضَـارِعْ

مَـاضِ

مُضَـارِعْ

مَـاضِ

مُضَـارِعْ

أَفْعَـلَ

يُفْعِــلُ

فَعَّــلَ

يُفَعِّــلُ

فَـاعَلَ

يُفَاعِـلُ

أَشْـرَكَ

نَــزَّلَ

قَـاتَلَ

أَخْـرَجَ

عَــلَّمَ

خَـاسَمَ

أَخْبَـرَ

نَــوَّقَ

سَـافَرَ

4 Fi’il Mudhari’ yang berasal dari Fi’il madhi khumasi (5 huruf)

مَـاضِ

مُضَـارِعْ

مَـاضِ

مُضَـارِعْ

مَـاضِ

مُضَـارِعْ

تَفَعَّـلَ

يَتَفَعَّـلُ

اِفْتَعَـلَ

يَفْتَعِـلُ

اِنْفَعَـلَ

يَنْفَعِـلُ

تَقَــدَّمَ

اِلْتَمَـسَ

اِنْقَلَـبَ

تَأَخَّــرَ

اِجْتَمَـعَ

اِنْطَلَـقَ

4. Fi’il Mudhari’ yang berasal dari Fi’il madhi sudasi (6 huruf)

مَـاضِ

مُضَـارِعْ

اسْتَفْعَـــلَ

يَسْتَفْعِــلُ

اِسْتَخْـرَجَ

ِاِْسـتَغْفَــرَ

Latihan.

Buatlah fi’il madhji berikut ke dalam fi’il mudhari’

a

قَــرَأَ

b

كَــتَبَ

c

جَــلَسَ

3 Penutup

3.1 Tes Formatif

Lengkapi kolom-kolom kosong yang terdapat dalam contoh-contoh di atas

3.2 Umpan Balik

Bagaimana? Apakah Anda sudah dapat mengerjakan soal dan latihan dengan benar semua? Nilailah hasil pekerjaan Anda. Setiap item bernilai 10. Cocokkan dengan kunci jawaban di belakang

3.3 Tindak lanjut

Apabila Anda dapat menjawab soal

10 – 50 % : berarti Anda belum mampu menguasai materi. Silakan ulangi lagi dan bertanyalah kepada dosen Anda

50 – 70 % : Anda sudah menguasai, namun masih perlu pengayaan lagi

70 – 100 %: Selamat! Anda telah menguasai materi, silakan melanjutkan ke materi berikutnya.

3.4 Rangkuman

Fi’il Mudhari’ adalah yang menunjukkan pekerjaan atau peristiwa yang sedang terjadi (present tense) atau akan terjadi (future tense).

Cara membuatnya Huruf asli dalam Fi’il madhi diberi tambahan salah satu huruf mudhara’ah, huruf ke dua sukun (mati)

Ciri/ tandanya adalah (1) Dapat dimasuki huruf sin س dan saufa سَوْفَ (2) dapat diawali dengan salah satu di antara empat huruf ا,ن,ي,ت (اَنَيْتُ) yang disebut huruf mudhara’ah (3) Dapat dimasuki huruf لاَ (tidak)

Bentuknya ada 14 bentuk sesuai dhamirnya.

3.5 Kunci Jawaban tes formatif

1. نَصَــرَ – يَنْصُــرُ

2. ضَـرَبَ – يَضْـرِبُ

3.

مَـاضِ

مُضَـارِعْ

مَـاضِ

مُضَـارِعْ

مَـاضِ

مُضَـارِعْ

أَفْعَـلَ

يُفْعِــلُ

فَعَّــلَ

يُفَعِّــلُ

فَـاعَلَ

يُفَاعِـلُ

أَشْـرَكَ

يُشْرِكُ

نَــزَّلَ

يُنَزِّلُ

قَـاتَلَ

يُقَاتِلُ

أَخْـرَجَ

يُخْرِجُ

عَــلَّمَ

يُعَلِّمُ

خَـاسَمَ

يُخَاسِمُ

أَخْبَـرَ

يُخْبِرُ

نَــوَّقَ

يُنَوِّقُ

سَـافَرَ

يُسَافِرُ

4.

مَـاضِ

مُضَـارِعْ

مَـاضِ

مُضَـارِعْ

مَـاضِ

مُضَـارِعْ

تَفَعَّـلَ

يَتَفَعَّـلُ

اِفْتَعَـلَ

يَفْتَعِـلُ

اِنْفَعَـلَ

يَنْفَعِـلُ

تَقَــدَّمَ

يَتَقَدَّمُ

اِلْتَمَـسَ ي

َلْتَمِسُ

اِنْقَلَـبَ ي

َنْقَلِبُ

تَأَخَّــرَ

يَتَأَخَّرُ

اِجْتَمَـعَ

يَجْتَمِعُ

اِنْطَلَـقَ

يَنْطَلِقُ

مَـاضِ

مُضَـارِعْ

اسْتَفْعَـــلَ

يَسْتَفْعِــلُ

اِسْتَخْـرَجَ

يَسْتَخْرِجُ

ِاِْسـتَغْفَــرَ

يَسْتَغْفِرُ

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, Nur Fawzan. 2005 “Pengantar Ilmu Sharaf “. Hand out. Fak Sastra Undip

——- 2005. Rumus-Rumus Tasrif . Hand out

Anam, Husnul. 2000. Metode Pembelajaran Ilmu Nahwu. Surabaya: Terang

Ghufron, Aunur-Rofiq dan Abdul Hakim, 2000. Mukhtaratu Qawa’idul-Lughatil “Arabiyyati. Sedayu Gresik: Ma’had Al Furqan Al Islamy

Rahman, S.A. 2007. Teach Yourself Arabic: a Modern and Step by Step Approach. New Delhi: Goodword Book.

Sukamto, Imaduddin dan Ahmad Munawwari, 2005. Tata Bahasa Arab Sistematis. Yogyakara: Nuansa Aksara Group

Tatcher. Arabic Grammar.

Yunus, Mahmud. Tt. Kamus Arab-Indonesia. Jakarta: Yayasan Penyelenggara Penterjemah dan Pentafsir Al Quran

Zaleha, Sahro,Abu. 2007. Kitab Aisar. Klaten: Wafa Press.

Bawani, Imam. 1987. Tata Bahasa Bahasa Arab Tingkat Permulaan. Surabaya: Al Ikhlas

Al Atsary, Abu Hamzah Yusuf. 2007. Pengantar Mudah Bahasa Arab . Bandung: Pustaka Al Adwa

SENARAI

  1. Fiil mudhari’
  2. Huruf mudhara’ah

=== اللغــاة العـربيـة ===

3. Subpokok bahasan Fi’il Amar

1 Pendahuluan

1.1 Deskripsi singkat

Subpokok bahasan ini akan menjelaskanseluk beluk mengenai fi’il amar (kata kerja imperatif)

1.2 Relevansi

Dengan mengetahui fiil amar, mahasiswa akan dapat membuat kalimat bahasa Arab yang benar, disamping itu juga dapat membuat analisis asal kata.

1.3 Standar Kompetensi

Mahasiswa dapat membuat kata kerja perintah dalam bahasa Arab

1.4 Kompetensi Dasar

a. Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian fi’il Amar

b. Mahasiswa mampu mennyebutkan ciri fi’il amar

c. Mahasiswa mampu menyebutkan tanda fi’il amar

d. Mahasiswa mampu menyebutkan bentuk fi’il amar

e. Mahasiswa mampu menjelaskan pola fi’il amar

f. Mahasiswa mampu membuat fiil amar

1.5. Indikator

a. menjelaskan pengertian fi’il Amar

b. mennyebutkan ciri fi’il amar

c. menyebutkan tanda fi’il amar

d. menyebutkan bentuk fi’il amar

e. menjelaskan pola fi’il amar

f. membuat fiil amar

2 Penyajian

FI’IL AMAR

فِــعِــل الامــر

A. Definisi

Fi’il Amar adalah: kata kerja yang menunjukkan perintah (imperative) untuk melaksanakan pekerjaan

B.Tanda-tanda

Biasanya diawali dengan huruf alif dan huruf akhir berharakat sukun. Contoh :

اُكْتُبْ

tulislah

اِقْـرَءْ

bacalah

اِحْفَظْ

Hafalkan

C. Cara membuat

a. Dari Fi’il madhi,

b. dibuang ya mudhari’nya (yaitu huruf awal Fi’il mudhari’)

c. huruf akhir diberi harakat sukun

d. Bila setelah dibuang ya mudhari’nya ternyata huruf awalnya berharakat sukun(ـْـ) maka ditambah dengan hamzah washal (ا) yang berkasrah yang tak perlu ditulis harakat kasrahnya.

Langkah-langkah membuat Fi’il amar

يَذْهَـبُ

ذْهَـبُ

ذْهَـبْ

اذْهَـبْ

1

2

3

4

D. Bentuk

Bentuk Fi’il Amar hanya ada 6, yaitu

No

Dhamir

F. Amar

Arti

Perubahan

1

هُــوَ

———

———

2

هُـمَـا

———

———

3

هُــمْ

———-

———

4

هِـيَ

———-

———

5

هُمَـا

———-

———

6

هُـنَّ

———-

—–

7

اَنْـتَ

اُكْـتُبْ

Memukullah kamu (lk)

asli

8

اَنْتُمَـا

اُكْتُبَــا

Memukullah kalian (lk)

…..َا

9

اَنْتُـم

اُكْـتُبُـوْا

Memukullah kalian (lk)

….ُوْ

10

اَنْـتِ

اُكْـتُبِي

Memukullah kamu (pr)

….ِيْ

11

اَنْتُمَـا

اُكْـتُبَتَـا

Memukullah kalian (pr)

…َتَـا

12

َانْتُـنَّ

اُكْـتُبْـنَ

Memukullah kalian (pr)

….ْنِ

13

اَنَــا

—-

—-

14

نَحْـنُ

—-

—–

E. Pola Fi’il Amar

1. Fi’il Amar yang berasal dari Fi’il madhi tsulatsy

فِعِـل

الامـر

فِعِـل المضارع

فِعِـل

المَاضِ

فِعِـل

الامـر

فِعِـل المضارع

فِعِـل

المَاضِ

اذْهَــبْ

يَذْهَـبُ

ذَهَـبَ

احْكُــمْ

يَحْكُـمُ

حَكَـمَ

شَــهِدَ

عَبَــدَ

عَــلِمَ

حَضَـرَ

نَصَـر

اضْــرِبْ

يَضْـرِبُ

ضَـرَبَ

جَـلَسَ

نَــزَلَ

Catatan:

d. Fi’il Tsulatsy di atas jika dibentuk menjadi Fi’il amar, maka harus ditambah hamzah washal (ا) dan bila dilafalkan selalu kasrah (ــِــ) (اِ)

e. Fi’il tsulasy yang huruf tengahnya (‘ain Fi’il) berhrakat dhummah (ــُـ) misalnya يَحْكُـمُ maka harakat hamzah washalnya juga dhammah (ــُـ)

2. Fi’il Amar yang berasal dari Fi’il madhi ruba’i

فِعِـل

الامـر

فِعِـل المضارع

فِعِـل

المَاضِ

فِعِـل

الامـر

فِعِـل المضارع

فِعِـل

المَاضِ

افْـعِـلْ

يُفْعِــلُ

أَفْعَـلَ

فَـعِّـلْ

يُفَعِّــلُ

فَعَّــلَ

اَسْلَـــمَ

قَــدَّرَ

اَحْسَــنَ

حَــرَّكَ

اَرْسَــلَ

وَحَّــدَ

اَنْـــزَلَ

Catatan:

Membuat Fi’il amar dari Fi’il madhi ruba’I dengan pola أَفْعَـــلَ, ada pengecualian yaitu dengan ditambah hamzah qath’I (أَ). Contoh

ا فْـعِــلْ

يُفْعِـــلُ

أَفْعَـــلَ

اَ سْـــلِمْ

يُسْــلِمُ

اَسْلَـــمَ

3. Fi’il Amar yang berasal dari Fi’il madhi khumasi (5 huruf)

فِعِـل

الامـر

فِعِـل المضارع

فِعِـل

المَاضِ

فِعِـل

الامـر

فِعِـل المضارع

فِعِـل

المَاضِ

اِفْتَعِـلْ

يَفْتَعِـلُ

اِفْتَعَـلَ

اِنْفَعِــلْ

يَنْفَعِــلُ

اِنْفَعَـلَ

اِجْتَمَـعَ

اِنْقَطَـعَ

فِعِـل

الامـر

فِعِـل المضارع

فِعِـل

المَاضِ

تَفَعِّــلْ

يَتَفَعَّـلُ

تَفَعَّــلَ

تَقَــدَّمَ

Isilah bagian yang kosong di atas dengan kata yang tepat

4. Fi’il Amar yang berasal dari Fi’il madhi sudasi (6 huruf)

فِعِـل الامـر

فِعِـل المضارع

فِعِـل المَاضِ

اِسْتَفْعِــلْ

يَسْتَفْعِــلُ

اسْتَفْعَـــلَ

اِسْتَغْفِــرْ

اِْسـتَغْفَــرَ

3 Penutup

3.1 Tes Formatif

1. Ubahlah kata kerja di bawah ini menjadi Fi’il amar

No

Kata

Fi’il Amar

No

Kata

Fi’il Amar

1

اَبْعَـــدَ

5

اِنْتَصَــرَ

2

سَـــأَلَ

6

شَــرَحَ

3

سَمِـــعَ

7

اَسْتَـاْذَنَ

4

تَعَلَّـــمَ

8

اِنْطَلَــقَ

2. Ubahlah kata kerja yang ada di dalam kurung di bawah ini menjadi fi’il amar sesuai dengan dhamir pelakunya.

1

مَـلاَبِسَـكِ

…………….

(اَغْسِـــلْ)

يَـا زَيْنَــبُ

2

الــدَّرْسَ

…………….

(اِسْتِمِــعَ)

يَــا مُحَمَّـدُ

3

كِتَابَتَـــكِ

…………….

(اَحْسِــنْ)

يَـا فَـاطِمَـةُ

3.2 Umpan Balik

Bagaimana? Apakah Anda sudah dapat mengerjakan soal dan latihan dengan benar semua? Nilailah hasil pekerjaan Anda. Setiap item bernilai 10. Cocokkan dengan kunci jawaban di belakang

3.3 Tindak lanjut

Apabila Anda dapat menjawab soal

10 – 50 % : berarti Anda belum mampu menguasai materi. Silakan ulangi lagi dan bertanyalah kepada dosen Anda

50 – 70 % : Anda sudah menguasai, namun masih perlu pengayaan lagi

70 – 100 %: Selamat! Anda telah menguasai materi, silakan melanjutkan ke materi berikutnya.

3.4 Rangkuman

Fiil Amar adalah kata kerja yang menunjukkan arti perintah untuk melakukan pekerjaan.. Biasanya diawali dengan huruf alif dan huruf akhir berharakat sukun. Bentuknya ada enam

3.5 Kunci Jawaban tes formatif

1.

No

Kata

Fi’il Amar

No

Kata

Fi’il Amar

1

اَبْعَـــدَ

اَبْعِـــدْ

5

اِنْتَصَــرَ

انْتَصِــرْ

2

سَـــأَلَ

اسْـــأِلْ

6

شَــرَحَ

اشْــرَحْ

3

سَمِـــعَ

اسْمَـــعْ

7

اَسْتَـاْذَنَ

اسْتَــأْذِنْ

4

تَعَلَّـــمَ

تَعَلَِّــــمْ

8

اِنْطَلَــقَ

انْطَلِــقْ

2.

1

مَـلاَبِسَـكِ

اَغْسِـــلِيْ

يَـا زَيْنَــبُ

2

الــدَّرْسَ

اِسْتِمِــعَ

يَــا مُحَمَّـدُ

3

كِتَابَتَـــكِ

اَحْسِــنِيْ

يَـا فَـاطِمَـةُ

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, Nur Fawzan. 2005 “Pengantar Ilmu Sharaf “. Hand out. Fak Sastra Undip

——- 2005. Rumus-Rumus Tasrif . Hand out

Anam, Husnul. 2000. Metode Pembelajaran Ilmu Nahwu. Surabaya: Terang

Ghufron, Aunur-Rofiq dan Abdul Hakim, 2000. Mukhtaratu Qawa’idul-Lughatil “Arabiyyati. Sedayu Gresik: Ma’had Al Furqan Al Islamy

Rahman, S.A. 2007. Teach Yourself Arabic: a Modern and Step by Step Approach. New Delhi: Goodword Book.

Sukamto, Imaduddin dan Ahmad Munawwari, 2005. Tata Bahasa Arab Sistematis. Yogyakara: Nuansa Aksara Group

Tatcher. Arabic Grammar.

Yunus, Mahmud. Tt. Kamus Arab-Indonesia. Jakarta: Yayasan Penyelenggara Penterjemah dan Pentafsir Al Quran

Zaleha, Sahro,Abu. 2007. Kitab Aisar. Klaten: Wafa Press.

Bawani, Imam. 1987. Tata Bahasa Bahasa Arab Tingkat Permulaan. Surabaya: Al Ikhlas

Al Atsary, Abu Hamzah Yusuf. 2007. Pengantar Mudah Bahasa Arab . Bandung: Pustaka Al Adwa

SENARAI

  1. Fiil amar
  2. imperativ

=== اللغــاة العـربيـة ===

4. Subpokok bahasan Fi’il Shachich Dan Fi’il Mu’tal

1 Pendahuluan

1.1 Deskripsi singkat

Subpokok bahasan ini akan membahas penjelasan mengenai Fi’il Shahih Dan Fi’il Mu’tal

1.2 Relevansi

Materi ini sangat penting untuk pembuatan kalimat yang benar, juga dalam rangka mencari asal-usul kata.

1.3 Standar Kompetensi

Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian, ciri, jenis dan contoh-contoh kalimah Fi’il Shahih Dan Fi’il Mu’tal

1.4 Kompetensi Dasar

a. Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian Fi’il Shahih Dan Fi’il Mu’tal

b. Mahasiswa mampu menyebutkan ciri Fi’il Shahih Dan Fi’il Mu’tal

c. Mahasiswa mampu menyebutkan tanda Fi’il Shahih Dan Fi’il Mu’tal

d. Mahasiswa mampu menyebutkan bentuk Fi’il Shahih Dan Fi’il Mu’tal

e. Mahasiswa mampu menjelaskan pola Fi’il Shahih Dan Fi’il Mu’tal

f. Mahasiswa mampu menjelaskan berbagai macam bina’

g. Mahasiswa mampu membuat fiil Fi’il Shahih Dan Fi’il Mu’tal

1.5 Indikator

a. menjelaskan pengertian Fi’il Shahih Dan Fi’il Mu’tal

b. menyebutkan ciri Fi’il Shahih Dan Fi’il Mu’tal

c. menyebutkan tanda Fi’il Shahih Dan Fi’il Mu’tal

d. menyebutkan bentuk Fi’il Shahih Dan Fi’il Mu’tal

e. menjelaskan pola Fi’il Shahih Dan Fi’il Mu’tal

f. menjelaskan berbagai macam bina’

g. membuat fiil Fi’il Shahih Dan Fi’il Mu’tal

2 Penyajian

A. Fi’il shahih

Definisi

Fi’il shahih adalah kalimah Fi’il yang huruf aslinya tidak berupa huruf illat yaitu (و,ا,ي ).

Pembagian

Fi’il shahih ini dibedakan menjadi beberapa tipe (bina’)

a. Fi’il salim, yaitu fi’il yang huruf aslinya tidak berupa huruf hamzah atau tidak mudha’af (dobel)

contoh :

-يَـذْهَبُ

ذَهَــبَ

يَكْــتُبُ

كَتَــبَ-

يَــدْرُسُ

دَرَسَ –

b. Fi’il mahmuz, adalah Fi’il yang salah satu hurufnya berupa huruf illat. Berdasarkan huruf illatnya, Fi’il mahmuz terdiri dari

1. mahmuz fa’, yaitu apabila huruf awal (fa’ fi’il) kata kerja berupa hamzah,contoh

فَـعَــلَ

ـل

ـعــ

فـ

أَخَـــذَ

ـذَ

خَـــ

أَ

—Mahmuz fa

سَــأَلَ

ـلَ

ـــأَ

سَ

—Mahmuz ‘ain

قَـــرَ أَ

أَ

ـــر

قَـَ

—Mahmuz lam

3

2

1

2. Mahmuz ‘ain yaitu apabila huruf kedua (‘ain fi’il) kata kerja berupa hamzah

3. Mahmuz lam, yaitu apabila huruf akhir (lam fi’il) kata kerja berupa hamzah

c. Fi’il Mudha’af ialah kata yang huruf kedua (‘ain Fi’il) dan huruf ketiga (lam Fi’il) berupa huruf yang sama, kemudian ditasydidkan, contoh

ـــل

ـــعَــ

فَـ

مَـــدَّ

مَـــدَدَ

د

دََ

مَـ

سَـــدَّ

سَـــدَدَ

دَ

دَ

سَـ

هَـــزَّ

هَـــزَزَ

َزَ

ز

هَـ

3

2

1

B. Fi’il Mu’tal

Definisi

Fi’il mutal ialah fi’il yang huruf aslinya berupa huruf illat.

Pembagian

Fi’il mu’tal ini terdiri 5 macam yaitu:

a. Fi’il mitsal, yaitu Kata yang fa’ fi’il (huruf pertama) berupa wawu( disebut Mitsal wawi (ميثال واوي ) atau berupa ya (ي ) disebut mitsal Ya’I ( ميثال يأـي ) , contoh:

ــل

ـعَـ

فَـ

وَعَـــدَ

ــدَ

عَـ

وَ

Mitsal wawi

وَضَــعَ

ـعَ

ضَـ

وَ

يَسَـــرَ

ـرَ

سَـ

يَـ

Mitsal ya’i

يَبِـــسَ

ـسَ

َبِ

يـ

3

2

1

b. Fi’il ajwaf, Fi’il ini terdiri dari dua macam yaitu

1) Ajwaf Wawi (أجوف واوى ( yaitu kata yang huruf keduanya berupa huruf wawu و , dan

2) Ajwaf Ya’i (أجوف يأى ), yaitu kata yang huruf keduanya ( ع) berupa huruf Ya ( ي )

Contoh:

ـل

ـعَـ

فَـ

صَـا نَ

صَـوَنَ

نَ

ــو

صََ

Ajwaf wawi

صَــا مَ

صَـوَمَ

مَ

ــوَ

صَـ

Ajwaf wawi

هـَـابَ

هَـيَبَ

بَ

ـيـ

هـَ

Ajwaf ya’i

بَــاعَ

بَـيَـعَ

ـعَ

ـيـ

بـَ

Ajwaf ya’i

3

2

1

c. Fi’il naqish, yaitu kata kerja yang huruf ketiga (lam fi’il) berupa huruf wawu atau ya.

Fi’il ini ada dua macam yaitu

1) Naqish wawi ( نا قص واوي ) kata yang huruf ketiganya berupa wawu ( و), dan

2) Naqish Ya’i (نا قص يَأي ): Kata yang huruf ketiganya berupa ya ( ي )

ـل

ـعَـ

فَـ

غَـــــــزَا

غَــــزَوَ

ـَو

ـــز

غََ

Naqish wawi

سَــــرُوَ

سَــــرُوَ

ُوَ

ـــر

سَـ

Naqish wawi

سَـــرَى

سَــرَيَ

يَ

ــرَ

سَ

Naqish ya’i

خَشـــِي

خَشِــي

ـي

شِـ

خَـ

Naqish ya’i

3

2

1

d. Fi’il lafif mafruq ( لَفِيْــف مَفْــرُوْق) yaitu kata kerja yang huruf pertamanya (fa’ Fi’il) berupa wawu (و ) dan huruf ketiganya (lam Fi’il) berupa ya (ي)

e. Fi’il Lafif Maqrun kata kerja yang huruf kedua (’ain Fi’il) berupa wawu (و ) dan huruf ketiganya (lam Fi’il) berupa ya (ي)

contoh

ـل

ـعَـ

فَـ

وَقَـــى

وَقَــى

ـى

قـَ

وَ

Lafif mafruq

وَلـــَى

وَلَــى

ى

لَ

وَ

Lafif mafruq

شَـوَى

شَـوَى

ى

ـوِ

شَـ

Lafif maqrun

قَــوِيَ

قَــوِيَ

يَ

وِ

قَـ

Lafif maqrun

3

2

1

Untuk pembahasan lebih lanjut mengenai fi’il ini Insya Alah akan diberikan pada buku Bahasa Arab II

3 Penutup

3.1 Tes Formatif

1. Tentukan bentuk kata kerja di bawah ini berdasarkan hurufnya

No

Kata

Bina’

No

Kata

Bina’

فَـهِــمَ

6

غَـــزَا

2

رُوِيَ

7

وَقَــى

3

فَـــرَّ

8

اَمَــلَ

4

سَـــرَى

9

بَــرِئَ

5

فَتَــحَ

10

وَجِــيَ

2. Tanpa tahu apa maknanya, buatlah Fi’il dengan tipe (bina’) berikut

No

Kata

Bina’

No

Kata

Bina’

1

Shahih

6

Mahmuz ‘ain

2

Ajwaf wawi

7

Mahmuz lam

3

Ajwaf ya’i

8

Mudho’af

4

Lafif mafruq

9

Mitsal wawi

5

Naqish wawi

10

Mistal ya’i

3.2 Umpan Balik

Bagaimana? Apakah Anda sudah dapat mengerjakan soal dan latihan dengan benar semua? Nilailah hasil pekerjaan Anda. Setiap item bernilai 10. Cocokkan dengan kunci jawaban di belakang

3.3 Tindak lanjut

Apabila Anda dapat menjawab soal

10 – 50 % : berarti Anda belum mampu menguasai materi. Silakan ulangi lagi dan bertanyalah kepada dosen Anda

50 – 70 % : Anda sudah menguasai, namun masih perlu pengayaan lagi

70 – 100 %: Selamat! Anda telah menguasai materi, silakan melanjutkan ke materi berikutnya.

3.4 Rangkuman

Fi’il shahih adalah kalimah Fi’il yang huruf aslinya tidak berupa huruf illat yaitu (و,ا,ي ). Fiil mu’tal adalah fiil yang terdapat huruf illat. Berdasarkan letak huruf illat terdapat fiil bina’ mahmuz, naqish, ajwaf, mitsal,dan lafif

3.5 Kunci Jawaban tes formatif

Bentuk kata kerja berdasarkan hurufnya

No

Kata

Bina’

No

Kata

Bina’

فَـهِــمَ

Shahih

6

غَـــزَا

Ajwaf ya’i

2

رُوِيَ

Lafif maqrun

7

وَقَــى

Lafif mafruq

3

فَـــرَّ

Mudho’af

8

اَمَــلَ

Mahmuz fa

4

سَـــرَى

Naqish ya’i

9

بَــرِئَ

Mahmuz lam

5

فَتَــحَ

Shahih

10

وَجِــيَ

Lafif mafruq

2. membuat sembarang kata dengan bina’ tertentu berikut

No

Kata

Bina’

No

Kata

Bina’

1

بصر, حضر, نقس

Shahih

6

سأل, جأك, فأر

Mahmuz ‘ain

2

كوت, قون, لوس

Ajwaf wawi

7

شأن , ضأف, رأخ

Mahmuz lam

3

سرو, عقو, لنو

Ajwaf ya’i

8

مدَّ, فَرَّ, كَفَّ

Mudho’af

4

وجي, وري, وجي

Lafif mafruq

9

وجل, ورق, وعد

Mitsal wawi

5

كتو, ملو, سرو

Naqish wawi

10

يبس, يطك, يبن

Mistal ya’i

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, Nur Fawzan. 2005 “Pengantar Ilmu Sharaf “. Hand out. Fak Sastra Undip

——- 2005. Rumus-Rumus Tasrif . Hand out

Anam, Husnul. 2000. Metode Pembelajaran Ilmu Nahwu. Surabaya: Terang

Ghufron, Aunur-Rofiq dan Abdul Hakim, 2000. Mukhtaratu Qawa’idul-Lughatil “Arabiyyati. Sedayu Gresik: Ma’had Al Furqan Al Islamy

Rahman, S.A. 2007. Teach Yourself Arabic: a Modern and Step by Step Approach. New Delhi: Goodword Book.

Sukamto, Imaduddin dan Ahmad Munawwari, 2005. Tata Bahasa Arab Sistematis. Yogyakara: Nuansa Aksara Group

Tatcher. Arabic Grammar.

Yunus, Mahmud. Tt. Kamus Arab-Indonesia. Jakarta: Yayasan Penyelenggara Penterjemah dan Pentafsir Al Quran

Zaleha, Sahro,Abu. 2007. Kitab Aisar. Klaten: Wafa Press.

Bawani, Imam. 1987. Tata Bahasa Bahasa Arab Tingkat Permulaan. Surabaya: Al Ikhlas

Al Atsary, Abu Hamzah Yusuf. 2007. Pengantar Mudah Bahasa Arab . Bandung: Pustaka Al Adwa

SENARAI

  1. Fi’il shahih
  2. Fiil mu’tal
  3. Bina’ mamhmuz
  4. Bina’ mudha’af
  5. Bina’ ajwaf
  6. Bina’ mitsal
  7. Bina’ naqish
  8. Bina’ lafif

=== اللغــاة العـربيـة ===

5. Subpokok bahasan Fi’il Lazim dan Fil muta’addi

1 Pendahuluan

1.1 Deskripsi singkat

Subpokok bahasan ini akan membahas penjelasan mengenai Fi’il Lazim dan Fil muta’addi

1.2 Relevansi

Materi ini sangat penting untuk pembuatan kalimat yang benar, juga dalam rangka mencari asal-usul kata.

1.3.1 Standar Kompetensi

Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian, ciri, jenis dan contoh-contoh Fi’il Lazim dan Fil muta’addi

1.4 Kompetensi Dasar

a. Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian Fi’il Lazim dan Fil muta’addi

b. Mahasiswa mampu menjelaskan bentuk Fi’il Lazim dan Fil muta’addi

c. Mahasiswa mampu menjelaskan pola Fi’il Lazim dan Fil muta’addi

d. Mahasiswa mampu membuat fiil Fi’il Lazim dan Fil muta’addi

1.5 Indikator

a. menjelaskan pengertian Fi’il Lazim dan Fil muta’addi

b. menjelaskan bentuk Fi’il Lazim dan Fil muta’addi

c. menjelaskan pola Fi’il Lazim dan Fil muta’addi

d. membuat fiil Fi’il Lazim dan Fil muta’addi

2 Penyajian

Pembagian Fi’il menurut Objek Penderitanya

Fi’il Lazim dan Fil muta’addi

A. Fi’il Lazim

Fi’il Lazim yaitu fi’il yang hanya memiliki fa’il atau pelaku, tetapi tidak memiliki maf’ul bih (pelengkap penderita). Dalam bahasa Indonesia disebut kata kerja intransitif. Contoh

قَـَامَ – يَقُـوْمُ

berdiri

جَلَسَ- يَجْلِـسُ

duduk

B.Fi’il Muta’addi,

Fi’il Muta’addi yaitu fi’il yang tidak hanya memiliki pelaku (Fa’il) tetapi harus dilengkapi dengan maf’ul bih (Objek penderita). Di dalam bahasa Indonesia disebut Kata kerja transitif. Contoh

شَـرَبَ-يَشْـرَبُ

Minum

اَعْطَـى-يُعْطِــى

Memberi

تَبِــعَ-يَتْبَــعُ

mengikuti

ظَــنَّ –يَظُــنُّ

mengira

Fi’il muta’addi dapat dibentuk dari fi’il lazim. Beberapa Fi’il lazim dapat menjadi Fi’il muta’addi dengan mengikuti wazan-wazan (pola) sebagai berikut

Arti

Muta’addi

Pola

Arti

lazim

Mengeluarkan

أَخْـرَجَ-يُخْـرِجُ

اَفْعَـلَ – يُفْعِـلُ

Keluar

خَـرَجَ

Menggembirakan

فَـرَّحَ – يُفَـرِّحُ

فَعَّـلَ – يَُفَعِّــلُ

Gembira

فَـرَحَ

menyetujui

وَافَـقَ - يُوَافِقُ

فَاعَلَ – يُفَاعِـلُ

setuju

وَفَــقَ

Latihan.

Carilah kata di dalam kamus, kata kerja yang termasuk fi’il lazim dan yang termasuk muta’addi

3 Penutup

3.1 Tes Formatif

Ubahlah fi’il lazim berikut ke dalam fi’il muta’addi

No

Lazim

Muta’addi

No

Lazim

Muta’addi

1

خَـرَجَ

6

أدَبَ

2

فَـرَحَ

7

يَسَرَ

3

وَفَــقَ

8

وَكَـلَ

4

حَكَمَ

9

نَوَرَ

5

كَـرَمَ

10

زَكَى

3.2 Umpan Balik

Bagaimana? Apakah Anda sudah dapat mengerjakan soal dan latihan dengan benar semua? Nilailah hasil pekerjaan Anda. Setiap item bernilai 10. Cocokkan dengan kunci jawaban di belakang

3.3 Tindak lanjut

Apabila Anda dapat menjawab soal

10 – 50 % : berarti Anda belum mampu menguasai materi. Silakan ulangi lagi dan bertanyalah kepada dosen Anda

50 – 70 % : Anda sudah menguasai, namun masih perlu pengayaan lagi

70 – 100 %: Selamat! Anda telah menguasai materi, silakan melanjutkan ke materi berikutnya.

3.4 Rangkuman

Fi’il Lazim /kata kerja intransitive yaitu fi’il yang hanya memiliki fa’il atau pelaku, tetapi tidak memiliki maf’ul bih (pelengkap penderita). Sedang Fi’il Muta’addi / Kata kerja transitif yaitu fi’il harus dilengkapi dengan maf’ul bih (Objek penderita).

3.5 Kunci Jawaban tes formatif

No

Lazim

Muta’addi

No

Lazim

Muta’addi

1

خَـرَجَ

أَخْـرَجَ-يُخْـرِجُ

6

أدَبَ

أدَّبَ

2

فَـرَحَ

فَـرَّحَ – يُفَـرِّحُ

7

يَسَرَ

يَسَّرَ

3

وَفَــقَ

وَافَـقَ - يُوَافِقُ

8

وَكَـلَ

وَكَّـلَ

4

حَكَمَ

حَكَّمَ

9

نَوَرَ

نَوَّرَ

5

كَـرَمَ

كَـّرَمَ

10

قَاتَلَ

يُقَاتِلَ

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, Nur Fawzan. 2005 “Pengantar Ilmu Sharaf “. Hand out. Fak Sastra Undip

——- 2005. Rumus-Rumus Tasrif . Hand out

Anam, Husnul. 2000. Metode Pembelajaran Ilmu Nahwu. Surabaya: Terang

Ghufron, Aunur-Rofiq dan Abdul Hakim, 2000. Mukhtaratu Qawa’idul-Lughatil “Arabiyyati. Sedayu Gresik: Ma’had Al Furqan Al Islamy

Rahman, S.A. 2007. Teach Yourself Arabic: a Modern and Step by Step Approach. New Delhi: Goodword Book.

Sukamto, Imaduddin dan Ahmad Munawwari, 2005. Tata Bahasa Arab Sistematis. Yogyakara: Nuansa Aksara Group

Tatcher. Arabic Grammar.

Yunus, Mahmud. Tt. Kamus Arab-Indonesia. Jakarta: Yayasan Penyelenggara Penterjemah dan Pentafsir Al Quran

Zaleha, Sahro,Abu. 2007. Kitab Aisar. Klaten: Wafa Press.

Bawani, Imam. 1987. Tata Bahasa Bahasa Arab Tingkat Permulaan. Surabaya: Al Ikhlas

Al Atsary, Abu Hamzah Yusuf. 2007. Pengantar Mudah Bahasa Arab . Bandung: Pustaka Al Adwa

SENARAI

  1. fiil lazim
  2. fiil muta’addi

=== اللغــاة العـربيـة ===

6. Subpokok bahasan Pembagian Fi’il Menurut Bentuk Aktif/ Pasifnya

1 Pendahuluan

1.1 Deskripsi singkat

Subpokok bahasan ini akan membahas penjelasan mengenai Fi’il Ma’lum dan Fil Majhul

1.2 Relevansi

Materi ini sangat penting untuk pembuatan kalimat yang benar, juga dalam rangka mencari asal-usul kata.

1.3 Standar Kompetensi

Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian, ciri, jenis dan contoh- Fi’il Ma’lum dan Fil Majhul

1.4 Kompetensi Dasar

a. Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian Fi’il Ma’lum dan Fil Majhul

b. Mahasiswa mampu menjelaskan cara membuat fi’il ma’lum menjadi fi’il majhul

c. Mahasiswa mampu menjelaskan membuat fi’il majhul dari Fi’il mudhari

1.5 Indikator

a. menjelaskan pengertian Fi’il Ma’lum dan Fil Majhul

b. menjelaskan cara membuat fi’il ma’lum menjadi fi’il majhul

c. menjelaskan membuat fi’il majhul dari Fi’il mudhari

2. Penyajian

Pembagian Fi’il Menurut Bentuk Aktif/ Pasifnya

2.1 Uraian Materi

A. Fi’il Ma’lum

Definisi

Fi’il Ma’lum adalah fi’il yang disebutkan fa’ilnya dan mempunyai pengertian aktif.

Contoh

contoh

Maf’ul bih

Fa’il

Fi’il lazim

Arti

أكَــلَ مَحَمَّــدٌ الـرُّزَّ

ٌ الـرُّزَّ

مَحَمَّــد

أكَــلَ

Muhammad makan nasi

قَــرَاَ عَـلِـيٌّ الكِتَــابَ

الكِتَــابَ

عَـلِـيٌّ

قَــرَاَ

Ali membaca buku

B. Fi’il Majhul

Definisi

Fi’il majhul ialah Fi’il yang fa’ilnya dibuang dan digantikan oleh maf’ul bih (objek penderita). Fi’il ini disebut juga kata kerja pasif. Fi’il ini hanya mempunyai dua bentuk yaitu Fi’il madhi dan fi’il mudhari’

Cara membuat Fi’il ma’lum menjadi fi’il majhul

Huruf pertama Fi’il madhi diberi harakah dhammah, huruf sebelum terakhir diberi harakat kasrah.

2.2 Contoh

6 huruf

4 huruf

Tiga huruf

اِسْتَغْــفَـرَ

تَــرْجَــمَ

menerjemahkan

كَــتَــبَ menulis

ـر

ـفَ

ـغْـ

تـَ

سـْ

اَِْ

ـمَ

جَـ

ـرْ

تَـ

ـبَ

ـتَ

كَــ

ـر

ـفِ

ـغْـ

تَُ

سـْ

اُ

ـمَ

جِـ

ـرْ

تُ

ـبَ

ـتِـ

كُـ

6

5

4

3

2

1

4

3

2

1

3

2

1

اُسْــتُغْــفِـــرَ

Diminati ampunan

تُــرْجِـــمَ

diterjemahkan

كُــتِــبَ

ditulis

Apabila fi’il berupa bina’ ajwaf (huruf tengahnya mu’tal), maka bentuk fi’il majhulnya dibentuk dengan cara ‘ain Fi’il (huruf kedua) diganti huruf ya. Contoh

قَـــالَ

berkata

زَادَ

menambah

ـلَ

ــا

قـَ

دَ

َا

ز

ـلَ

ـيْـ

قِ

ـدَ

يْـ

زِ

قِِـيِـــــل

dikatakan

زِيْـــــدَ َ

ditambah

Cara membuat fi’il majhul dari Fi’il mudhari” adalah didhammahkan huruf pertama dan difathahkan huruf sebelum terakhir. Contoh

يَـسْـــتَغْـــفِـرُ

Meminta ampun

يُـتَــرْجَــمُ

menerjemahkan

يَــزِيْــدُ

menambah

ــرُ

ـفِ

غْــ

ـتَ

ـسْـ

يـَ

ـمُ

ـجِـ

رْ

تَـ

يُـ

ـدُ

يْــ

ــز

يَـِ

ــرُ

فَـ

غْــ

ـتَ

ـسْـ

يُـ

ـمُ

ـجَـ

رْ

تَـ

يُـ

ـدُ

ا

ــَز

يُـِ

يُسْتَغْــــــفَـــرُ

Dimintai ampun

يُتَـــــرْجَــمُ

diterjemahkan

يُـــــزَادُ

ditambah

2.3 Latihan

Buatlah fi’il ma’lum berikut ke dalam bentuk fi’il majhul

a

قَــرَأَ

b

يَـجْـلِسُ

c

فَـعَـلَ

3 Penutup

3.1 Tes Formatif

1. Ubahlah kata kerja aktif berikut ke dalam kata kerja pasif

No

KK Aktif

KK Pasif

No

KK Aktif

KK Pasif

1

نَصَــرَ

6

دَحْـرَجَ

2

وَسْوَسَ

7

يُدَحْرِجُ

3

يُبَسْمَلُ

8

ضَـرَبَ

4

فَتَــحَ

9

جَلْبَــــبَ

5

عَــلِمَ

10

وَعَـــــدَ

3.2 Umpan Balik

Setelah Anda kerjaan, silakan Anda cocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban di bawah ini. Kemudian nilailah. Tiap nilai mempunyai skor 10.

3.3 Tindak lanjut

Bagaimana hasil jawaban Anda?

Apabila nilai Anda masih di bawah 50, maka Anda diharuskan mengulang dan mempelajari materi di atas

Apabila nilai Anda 50 -70, maka Anda dinyatakan lulus, namun masih perlu pengayaan lagi

Jika nilai Anda 80 – 100 berarti Anda sudah menguasai. Selamat! Silakan melanjutkan ke materi berikutnya.

3.4 Rangkuman

Kata kerja aktif dapat diubah menjadi kata kerja pasif

3.5 Kunci Jawaban tes formatif

No

KK Aktif

KK Pasif

No

KK Aktif

KK Pasif

1

نَصَــرَ

َُصِــرَ

6

دَحْـرَجَ

دُحْـرِجَ

2

وَسْوَسَ

وُسْوِسَ

7

يُدَحْرِجُ

يُدَحْرَجُ

3

يُبَسْمَلُ

يُبَسَْمَلُ

8

ضَـرَبَ

ضُـرِبَ

4

فَتَــحَ

ُفَتِــحَ

9

جَلْبَــــبَ

جُلْبِــــبَ

5

عَــلِمَ

عُــلِمَ

10

وَعَـــــدَ

وُعِـــــدَ

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, Nur Fawzan. 2005 “Pengantar Ilmu Sharaf “. Hand out. Fak Sastra Undip

——- 2005. Rumus-Rumus Tasrif . Hand out

Anam, Husnul. 2000. Metode Pembelajaran Ilmu Nahwu. Surabaya: Terang

Ghufron, Aunur-Rofiq dan Abdul Hakim, 2000. Mukhtaratu Qawa’idul-Lughatil “Arabiyyati. Sedayu Gresik: Ma’had Al Furqan Al Islamy

Rahman, S.A. 2007. Teach Yourself Arabic: a Modern and Step by Step Approach. New Delhi: Goodword Book.

Sukamto, Imaduddin dan Ahmad Munawwari, 2005. Tata Bahasa Arab Sistematis. Yogyakara: Nuansa Aksara Group

Tatcher. Arabic Grammar.

Yunus, Mahmud. Tt. Kamus Arab-Indonesia. Jakarta: Yayasan Penyelenggara Penterjemah dan Pentafsir Al Quran

Zaleha, Sahro,Abu. 2007. Kitab Aisar. Klaten: Wafa Press.

Bawani, Imam. 1987. Tata Bahasa Bahasa Arab Tingkat Permulaan. Surabaya: Al Ikhlas

Al Atsary, Abu Hamzah Yusuf. 2007. Pengantar Mudah Bahasa Arab . Bandung: Pustaka Al Adwa

SENARAI

  1. Fiil majhul
  2. Fiil ma’lum

=== اللغــاة العـربيـة ===

Fi’il Mujarrad dan Fi’il Mazid

Subpokok bahasan Pembagian Fi’il menurut menurut susunan huruf

1. Pendahuluan

1.1 Deskripsi singkat

Subpokok bahasan ini akan membahas penjelasan mengenai Fi’il Mujarrad dan Fi’il Mazid

1.2 Relevansi

Materi ini sangat penting untuk pembuatan kalimat yang benar, juga dalam rangka mencari asal-usul kata.

1.3 Standar Kompetensi

Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian, ciri, jenis dan contoh- Fi’il Mujarrad dan Fi’il Mazid

1.4 Kompetensi Dasar

a. Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian dan pembagian Fi’il Mujarrad

b. Mahasiswa mampu pengertian dan pembagian fi’il mazid

c. Mahasiswa mampu menjelaskan fungsi dan makna perubahan dari Fi’il Mujarrad ke Fi’il Mazid

1.5 Indikator

a. menjelaskan pengertian dan pembagian Fi’il Mujarrad

b. menjelaskan pengertian dan pembagian fi’il mazid

c. menjelaskan fungsi dan makna perubahan dari Fi’il Mujarrad ke Fi’il Mazid

2 Penyajian

Fi’il Mujarrad dan Fi’il Mazid

A. Fi’il Mujarrad

Definisi

Fi’il mujarrad adalah kata kerja yang semua hurufnya huruf asli, belum mendapatkan tambahan huruf.

Contoh:

كَتَبَ – يَكْتُبُ , زَلَـزَلَ – يُـزَلْـزِلُ

Fi’il mujarrad dibedakan menjadi dua macam

  1. Fi’il Tsulatsy mujarrad, yaitu fi’il yang huruf aslinya terdiri tiga huruf. Fi’il ini ada 6 macam, yaitu

No

Wazan (pola)

Contoh

Rumus

1

فَـعَــلَ – يَفْــعُـلُ

كَبَتَ – يَكْتُبُ , نَصَــرَ, دَجَــلَ

ــَــ , ــُـــ

2

فَـعَــلَ – يَـفْـعِـلُ

جَلَسَ – يَجْـلِسُ ضَـرَبَ , رَجَـعَ

ـــَــ, ــِـــ

3

فَـعَــلَ – يَـفْـعَــلُ

قَـرَأَ – يَقْـرَأُ فَتَــحَ , صَنَـعَ

ـــَــ , ـــَـــ

4

فَـعِــلَ - يَـفْـعَــلُ

عَـلِمَ – يَـعْــلَمُ , فَهِــمَ, سَــلِـمَ

ـــِــ , ـــَــ

5

فَــعُــلَ - يَفْــعُـلُ

حَـسُنَ – يَحْسُنُ , شَـجُعَ , كَــرُمَ

ــُــ , ـــُــ

6

فَــعِــلَ - يَـفْـعِـلُ

حَـسِبَ – يَحْسِـبُ , وَمِقَ , وَرِثَ

ــِــ , ـــِــ

  1. Fi’il Ruba’I mujarrad, yaitu fi’il yang huruf aslinya empat. Fi’il ini hanya mempunyai satu pola (wazan) yaitu

يُـــفَــــعْــــلِــــلُ

فَــــعْــــلَــــلَ

ــلُ

ـــلِـ

ــعْـ

ــفَـ

يُـ

<!–[if mso & !supportInlineShapes & supportFields]> SHAPE \* MERGEFORMAT <![endif]–> <!–[if mso & !supportInlineShapes & supportFields]> <![endif]–>

ـلَ

ــلَـ

ــعْـ

فَـ

تَــرْجَــمَ

وَسْــوَسَ

بََسْـمَـــلَ

Lengkapi kata di atas sesuai contoh polanya.

B. Fi’il Mazid

Definisi

Fi’il mazid adalah fi’il yang huruf aslinya mendapatkan tambahan.

Pembagian

Fi’il ini dibedakan menjadi dua macam, yaitu fi’il tsulatsy mazid dan fi’il ruba’y mazid.

1. fi’il tsulatsy mazid, adalah fi’il tsulatsy (aslinya 3 huruf) yang mendapatkan tambahan satu huruf, dua huruf dan tiga huruf.

a) yang mendapatkan tambahan satu huruf ada tiga pola (wazan) yaitu

No

Pola

contoh

1

فَعَّــلَ – يُفَـعِّــلُ

عَـلَّــمَ , سَــلَّــمَ

2

فَاعَـلَ – يُفَـاعِـلُ

قَـاتَــلَ جَــاهَـدَ

3

أَفْــعَـلَ – يُفْــعِــلُ

اَكْــرَمَ – اَسْــلَــمَ

b) yang mendapatkan tambahan dua huruf ada lima pola (wazan) yaitu

No

pola

Contoh kata

1

تَفَـاعَـلَ – يَتَفَــاعَـلُ

تَقَـارَبَ - يَتَقَـارَبُ

2

تَفَـعَّــلَ – يَتَفَـعَّــلُ

تَقَـدَّمَ – يَتَقَـدَّمُ

3

اَفْتَعَــلَ – يَفْتَـعِــلُ

اِجْتَمَــعَ – يَجْتَمِــعُ

4

اِنْفـعَــلَ – يَنْفَـعِــلُ

اَنْقَطَــعَ – يَنْقَطِــعُ

5

اِفْـعَــلَّ – يَفـْعَــلُّ

اِحْمَــرَّ – يَحْمَــرُّ

c) yang mendapatkan tambahan tiga huruf ada empat pola (wazan) yaitu

No

Pola

Contoh kata

1

اِسْتَــفْعَلَ - يَسْتَفْــعِلُ

اِسْتَــغْـفَرَ – يَسْتَغْــفِرُ

2

اِفْعَــوْعَـلَ – يَفْعَوعِـلُ

اِغْـرَوْرِقَ – يَغْـرَوْرِقَ

3

اَفْــعَـالَّ – يَفْعَــالُّ

اَحْمَـارَّ – يَحْمَــارُّ

4

اَفْعَـــوَّلَ – يَفْعَــوِّلُ

اِعْـلَـوَّطَ – يَعْـلَوِّطُ

  1. Fi’il ruba’I mazid adalah fi’il ruba’I (huruf asal 4 huruf) yang mendapakan tambahan satu atau dua huruf. Fi’il ini mempunyai pola sebagai berikut

a) Yang mendapatkan tambahan satu huruf

Pola

Contoh

تًفَعْـلَــلَ – يَتَـفَـعْـلَــلُ

تَدَخْــرَجَ , تَبَسْمَــلَ

b) Yang mendapatkan tambahan satu huruf

No

Pola

Contoh kata

1

اِفْعَنْلَـلَ – يَفْـعَنْـلِـلُ

اِخْـرَنْجَــمَ – يَخْـرَنْجِـمُ

2

اَفْعَلَــلَّ – يَفْـعِــلُّ

اِطْمَـأَنَّ – يَطْمَـئِـنُّ

C. Fungsi perubahan mujarrad menjadi mazid

1. فَـعَّــلَ

Wazan ini berfungsi antara lain

a. mengubah lazim menjadi muta’addi (لِلتَّعْــدِيَة)

contoh فَــرَحَ senang —- فَــرَّحَ = menyenangkan

b. menunjukkan arti memperbanyak

contoh قَـطَـعَ = memotong, قَـطَّـعَ = memotong-motong

c. menisbatkan maf’ul kepada asalnya fa’il

contoh كَفَّـرَ زَيْدٌ عَمْــرًا : Zaid menisbatlan Umar kepada kekafiran

2. Pola أَفْــعَـلَ – يُفْــعِــلُ

a. mengubah lazimmenjadi muta’addi

contoh اَكْــرَمْتُ زَيْــدًا Saya memuliakan Zaid

b. memasuki sesuatu

contoh اَمْسَــى اَلْمُسَــافِـرُ musafir memasuki petang

c. menjadi sesuatu

contoh: اَفْقَــرَ اَلْبَــلَدُ Negara itu menjadi tandus

d. mendapati sesuatu dalam sifatnya

contoh: اًعْظَـمْتُـهُ Aku menemukan (mengenal) Dia itu agung (besar)

e. hampir

contoh: اَحْصَــدَ الـزَّرْعُ tanaman itu hampir panen

3. Pola فَـاعَـلَ – يُفَـاعِـلُ

a. saling melakukan antara dua orang

contoh: ضَــارَبَ زَيْدٌ عَمْـرًا : Zaid dan Amir saling memukul

b. menunjukkan arti memperbanyak

contoh ضَـاعَفَ اللهُ ثَوَابًا : Mudah-mudahan Allah memperbanyak pahala

c. mengubah lazim menjadi muta’addi

contoh : عَــافَكَ اللهُSemoga Allah menyembuhkanmu

d. berarti mujarrad

contoh سَافَــرَ زَيْدٌ Zaid pergi

4. Pola تَفَـاعَـلَ – يَتَفَــاعَـلُ

a. saling melakukan antara dua orang atau lebih

contoh: تَصَــالَحَ الْقَـوْمُ kaum itu saling berdamai

b. pura-pura

contoh: تَمَــارَضَ زَيْدٌ Zaid pura-pura sakit

c. kejadian beruntut

contoh: تَـوَارَدَ القَوْمُ Kaum itu datang beruntut

d. akibat/ hasil dari فَاعَـلَ

contoh: بَاعَدْتُهُ فَتَبــاعَدَ : Saya menjauhinya, maka ia menjadi jauh

5. Pola تَفَـعَّــلَ – يَتَفَـعَّــلُ

a. hasil/ akibat فَعَّــلَ

contoh كَسَّــرْتُ الـزُّجَـاجَ فَتَكَسَّــرَ Saya memecah kaca, maka kaca menjadi pecah

b. memaksakan diri

contoh : تَشَــجَّـعَ زَيْـدٌ Zaid memberanikan diri

c. menjadikan asal fi’il menjadi maf’ul

contoh: تَبَنَّيْتُ يُوْسُــفَ Saya menjadikan Yusuf sebagai anak

d. tuntutan

contoh: تَبَــيَّنَ الشَّيْـئَ Dia mencari penjelasan tentang sesuatu

6. Pola اَفْتَعَــلَ – يَفْتَـعِــلُ

a. Akibat/ hasil dari فَعَــلَ

Contoh: جَمَعْتُ الاِبِـلَ فَاجْتَمَعَ Saya mengumpulkan unta, maka mereka menjadi berkumpul

b. Mengambil

Contoh: اِخَتَبَــزَ زَيْــدٌ Zaid mengambil roti

c. Menyangatkan makna

Contoh: اِكْتَسَبَ زَيْدٌ contoh Zaid bersungguh-sungguh

d. Tuntutan

Contoh: اِكْتَـدَّ زَيْدٌ Zaid mina agar bekerja keras

7. Pola اِنْفـعَــلَ – يَنْفَـعِــلُ

a. Akibat/ hasil فَـعَّــلَ

Contoh: كَسَّـرْتُ الـزُّجَـاجَ فَانْكَسَـرَ Saya memecahkan kaca, maka kaca menjadi pecah

b. Akibat/ hasil dari أَفْعَـلَ – يُفْــعِــلُ

Contoh: اَزْعَجَــهُ فَانْـزَعَـجَ Dia membingungkannya, maka dia menjadi bingung

8. Pola اِفْعَــلَّ – يَفـْعَــلُّ

Berfungsi menunjukkan arti masuk dalam suatu sifat, misalnya

اِحْمَــرَّ تَمْــرُ kurma itu memerah

9. Pola اِسْتَــفْعَلَ - يَسْتَفْــعِلُ

a. menuntut suatu perbuatan, contoh

اَسْـتَغْفِــرُ اللهَ Saya memohon ampun kepada Allah

b. berarti فَعَــلَ mujarrad, contoh

اِسْتَقَــرَّ اَيْ قَــرَّ menetap

c. Berubah menjadi, contoh

اِحْتَجَّــرَ الطِّيْنُ lumpur itu berubah menjadi batu

10. Pola اِفْعَــوْعَـلَ – يَفْعَوعِـلُ

a. menyangatkan , contoh

اِحْدَوْدَبَ زَيْدٌ Zaid menjadi sangat bungkuk

b. berarti فَعَــلَ mujarrad, contoh

اِحْلَوْلَى التَّمْــرُ kurma itu sudah manis

11. Pola اَفْعَـالَّ – يَفْعَــالُّ

Berfungsi antara lain menyangatkan, contoh

اِصْفَــرَّ الْمَـوْزُ Pisang itu telah menguning

12. Pola اَفْعَــوَّلَ – يَفْعَــوِّلُ

Wazan ini berefungsi menyangatkan, contoh

اَحْـرَوَّطَ شُعَـاعُ الشَّمْسِ Sinar matahari itu sangat memancar

13. Pola تًفَعْلَــلَ – يَتَفَـعْـلَــلُ

Pola ini berfungsi akibat/ hasil فَعْلَــــلَ, contoh

دَحْـرَجْتُ الحَجَـرَ فَتَدَحْـــرَجَ Saya mengguling-gulingkan batu, maka batu itu menjadi berguling-guling

14. Pola اِفْعَنْـلَـلَ – يَفْـعَنْـلِـلُ

Pola ini berfungsi akibat/ hasil فَعْلَـــلَ, contoh

حَـرْجَمْتُ الاِبِـلَ فَاحْـرَنْجَـمَ Saya mengumpulkan unta, maka unta itu jadi berkumpul

15. Pola اَفْعَلَــلَّ – يَفْـعِــلُّ

Berfungsi menyangatkan, contoh

اِقْشَـعَــرَّ الْجِلْــدُ Kulit merinding.

Keterangan selanjutnya tentang bab ini akan dibahas lebih lanjut di buku Bahasa Arab II

3 Penutup

3.1 Tes Formatif

  1. Jelaskan pengertian fiil mujarrad dan Fi’il Mazid
  2. Jelaskan fungsi dan makna perubahan dari Fi’il Mujarrad ke Fi’il Mazid pada kata berikut

A

اِقْشَـعَــرَّ

B

تَدَحْــرَجَ

C

اَسْتَغْفِـرُ اللهَ

D

تَمَــارَضَ

E

ضَــارَبَ

3.2 Umpan Balik

Setelah Anda kerjaan, silakan Anda cocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban di bawah ini. Kemudian nilailah. Tiap nilai mempunyai skor 10.

3.3 Tindak lanjut

Bagaimana hasil jawaban Anda?

Apabila nilai Anda masih di bawah 50, maka Anda diharuskan mengulang dan mempelajari materi di atas

Apabila nilai Anda 50 -70, maka Anda dinyatakan lulus, namun masih perlu pengayaan lagi

Jika nilai Anda 80 – 100 berarti Anda sudah menguasai. Selamat! Silakan melanjutkan ke materi berikutnya.

3.4 Rangkuman

Pada dasarnya kata kerja (kalimah fiil) itu berjumlah tiga huruf (tsultsy) dan empat huruf (ruba’i). Dari huruf asal tadi ada yang mendapat tambahan mulai dari satu huruf sampai tiga huruf. Fiil berdasarkan tambahannya hurufnya fiil dibagi menjadi fiil mujarrad dan fiil mazid. Perubahan mujarrad menjadi mazid tersebut mempunyai fungsi-fungsi tertentu.

3.5 Kunci Jawaban tes formatif

  1. Fi’il mujarrad adalah kata kerja yang semua hurufnya huruf asli, belum mendapatkan tambahan huruf. Fi’il mazid adalah fi’il yang huruf aslinya mendapatkan tambahan
  2. Jelaskan fungsi dan makna perubahan dari Fi’il Mujarrad ke Fi’il Mazid pada kata berikut

A

اِقْشَـعَــرَّ

B

تَدَحْــرَجَ

C

اَسْتَغْفِـرُ اللهَ

D

تَمَــارَضَ

E

ضَــارَبَ

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, Nur Fawzan. 2005 “Pengantar Ilmu Sharaf “. Hand out. Fak Sastra Undip

——- 2005. Rumus-Rumus Tasrif . Hand out

Anam, Husnul. 2000. Metode Pembelajaran Ilmu Nahwu. Surabaya: Terang

Ghufron, Aunur-Rofiq dan Abdul Hakim, 2000. Mukhtaratu Qawa’idul-Lughatil “Arabiyyati. Sedayu Gresik: Ma’had Al Furqan Al Islamy

Rahman, S.A. 2007. Teach Yourself Arabic: a Modern and Step by Step Approach. New Delhi: Goodword Book.

Sukamto, Imaduddin dan Ahmad Munawwari, 2005. Tata Bahasa Arab Sistematis. Yogyakara: Nuansa Aksara Group

Tatcher. Arabic Grammar.

Yunus, Mahmud. Tt. Kamus Arab-Indonesia. Jakarta: Yayasan Penyelenggara Penterjemah dan Pentafsir Al Quran

Zaleha, Sahro Abu. 2007. Kitab Aisar. Klaten: Wafa Press.

Bawani, Imam. 1987. Tata Bahasa Bahasa Arab Tingkat Permulaan. Surabaya: Al Ikhlas

Al Atsary, Abu Hamzah Yusuf. 2007. Pengantar Mudah Bahasa Arab . Bandung: Pustaka Al Adwa

SENARAI

  1. Fiil mujarrad
  2. Fiil mazid


Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.